Pesantren Rakyat Pengasuh KH Abdullah SAM: Sukses Besar Berawal dari Hal Kecil dan Konsisten‎

KH Abdullah SAM: Sukses Besar Berawal dari Hal Kecil dan Konsisten‎

KH Abdullah SAM Sukses Besar Berawal dari Hal Kecil dan Konsisten‎

Pesantren Rakyat Online — Briefing harian Yayasan Pesantren Rakyat Al-Amin kembali menjadi ruang refleksi dan penguatan manajemen kelembagaan, Kamis (9/4/2026).

Dalam pertemuan yang digelar di ndalem, Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin Dr (c). KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd., mengajak seluruh pengurus belajar dari kisah sukses industri besar seperti Aqua dan Teh Botol Sosro.

‎Dalam arahannya, KH. Abdullah SAM menuturkan bahwa setiap kesuksesan besar selalu berangkat dari hal kecil yang dikerjakan secara konsisten dan penuh keyakinan.

‎KH. Abdullah SAM mencontohkan perjalanan awal Aqua yang sempat dianggap aneh karena menjual air mineral dalam kemasan. Namun, dengan visi ke depan tentang kebutuhan praktis masyarakat, produk tersebut justru menjadi pelopor dan menginspirasi lahirnya ribuan produk serupa.

‎“Semua berangkat dari nol. Awalnya kecil, bahkan ditertawakan, tapi karena fokus dan konsisten akhirnya menjadi besar”, ujarnya.

Baca juga: Perkuat Kemandirian Ekonomi, Kadin Kop-UM Bina Koperasi Pesantren Rakyat

Hal serupa juga disampaikan melalui kisah Teh Botol Sosro yang awalnya dipasarkan secara sederhana hingga berkembang menjadi produk nasional. Menurutnya, ide sederhana yang dikelola dengan serius mampu menciptakan dampak besar dan berkelanjutan.

‎Namun demikian, pengasuh yang juga Ketua PC ISNU Kabupaten Malang itu mengingatkan pentingnya manajemen internal melalui kisah penurunan kualitas produk Teh Botol yang pernah terjadi akibat persoalan di lini produksi. Dari situ, beliau menegaskan bahwa satu titik kelemahan dalam sistem dapat berdampak besar terhadap keseluruhan lembaga.

‎“Satu orang di posisi penting bisa memengaruhi seluruh sistem. Karena itu, sekecil apa pun persoalan harus dikomunikasikan”, tegasnya.

‎Lebih lagi, kandidat doktor multikultural itu menekankan bahwa koordinasi menjadi kunci agar tidak terjadi tumpang tindih (overlapping) dalam pelaksanaan program, terutama di fase pertumbuhan lembaga.

‎“Dalam lembaga kita, kalau ada apa-apa sekecil apa pun harus dikoordinasikan. Ini penting sebelum kita menjadi lembaga besar”, imbuhnya.

‎Lebih lanjut, KH. Abdullah SAM mengajak seluruh pengurus menjadikan Pesantren Rakyat sebagai lembaga yang memiliki karakter kuat dan mampu menginspirasi, sebagaimana produk-produk besar yang memiliki identitas jelas di masyarakat.

Baca juga: Briefing Harian Lembaga, KH Abdullah SAM Angkat Filosofi Pohon Jati-Sengon

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur Pesantren Center ini juga menekankan pentingnya membangun budaya literasi dan administrasi yang tertib di lingkungan pesantren.

‎“Kalau sudah mau tidur, biasakan memberi laporan singkat di grup dengan format yang sama tentang evaluasi dan rencana kegiatan harian. Ini untuk melatih budaya literasi”, pesannya.

‎Selain itu, pencatatan keuangan juga menjadi perhatian utama sebagai bagian dari penguatan tata kelola lembaga yang profesional.

‎“Pencatatan keuangan harus mulai dilakukan agar terbiasa lebih baik”, tambahnya.

‎Seperti biasa, kegiatan pagi ini (Kamis, red) diikuti ketua yayasan., jajaran pengurus, direktur fakultatif, kepala lembaga, kepala unit, serta lurah pesantren. Selain sebagai forum evaluasi program harian, briefing juga menjadi sarana inventarisasi kebutuhan lembaga

‎Usai briefing, seluruh kepala lembaga dan unit kembali menjalankan program masing-masing dengan membawa hasil evaluasi dan arahan yang telah disampaikan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pesantren Rakyat Al-Amin dalam membangun sistem manajemen yang disiplin, terukur, dan berkelanjutan. (cha)

‎Reporter: Chandra Djoego

0 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.