
Pesantren Rakyat Online — Upaya memperkuat kemandirian ekonomi pesantren terus digalakkan. Koperasi Pesantren Rakyat Al-Amin mendapat pembinaan langsung dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang di Masjid Baitul Ihsan, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menguatkan kelembagaan koperasi sekaligus melakukan penyegaran organisasi di lingkungan Pesantren Rakyat Al-Amin. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Hariadi Catur Pamungkas, S.Pd., jajaran kepala lembaga, kepala koperasi, kepala unit, lurah pesantren, serta anggota Koperasi Pesantren Rakyat.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, Tito Fibrianto, S.Sos., M.AP., dalam arahannya mengapresiasi perkembangan Pesantren Rakyat yang dinilainya tumbuh pesat berkat semangat dan kepemimpinan pengasuh.
“Kalau ada 100 orang seperti KH. Abdullah SAM, bayangkan bagaimana perubahan lingkungan bisa terjadi”, ujarnya.
Baca juga: Briefing Harian Lembaga, KH Abdullah SAM Angkat Filosofi Pohon Jati-Sengon

Tito juga menekankan pentingnya koperasi sebagai tulang punggung ekonomi pesantren. Menurutnya, jika dikelola secara profesional, koperasi mampu menopang kebutuhan lembaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Koperasi itu jika dilaksanakan dengan baik akan memberi manfaat besar. Contohnya di Pondok Sidogiri yang perputarannya sudah mencapai Rp4,5 triliun”, jelas Tito yang akrab dengan KH. Abdullah SAM sejak ia masih menjadi camat.
Kadin Kop-UM menambahkan, dari ribuan koperasi di Kabupaten Malang, masih terdapat sekitar 30 persen yang belum mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Karena itu, ia mendorong pengurus koperasi Pesantren Rakyat untuk tertib administrasi dan transparan dalam pengelolaan keuangan.
“Saya ada harapan, koperasi di sini bisa bangkit. Pengurus harus rutin mencatat simpanan anggota dan melakukan perhitungan laba rugi setiap tahun”, tegasnya.
Sementara itu, Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin, Dr (c). KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd., menegaskan bahwa koperasi merupakan instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren dan masyarakat sekitar. Ketua PC ISNU Kabupaten Malang itu mengungkapkan bahwa Pesantren Rakyat sebelumnya pernah memiliki Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dengan perputaran dana mencapai Rp5 miliar.
“Kita pernah punya BMT dengan perputaran Rp5 miliar. Ini harus kita hidupkan kembali agar masyarakat tidak tercekik rentenir”, ungkapnya.
Baca juga: Pesantren Rakyat Perkuat Tata Kelola, Ini Arahan KH Abdullah SAM

KH. Abdullah SAM berharap koperasi dapat menjadi solusi kebutuhan ekonomi warga pesantren, sehingga tidak lagi bergantung pada pihak luar.
“Saya ingin warga Pesantren Rakyat kalau punya kebutuhan tidak perlu pinjam ke mana-mana, cukup ke koperasi sendiri”, imbuhnya.
Pengasuh yang juga Wakil Direktur Pesantren Center Nusantara itu menyampaikan apresiasi atas perhatian Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang yang dinilai menjadi pemantik semangat untuk membangun kembali kekuatan ekonomi berbasis pesantren.
“Gerakan yang bagus adalah gerakan yang dimulai. Hari ini yang dibutuhkan adalah kecepatan”, tegas Abdullah.
Kegiatan pembinaan dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, Dra. Ayus Faizah, M.Si., yang mengulas penguatan manajemen kelembagaan koperasi.
Melalui pembinaan ini, diharapkan Koperasi Pesantren Rakyat Al-Amin mampu berkembang menjadi pilar ekonomi yang tidak hanya menopang kebutuhan internal pesantren, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. (cha)
Reporter: Chandra Djoego