Pesantren Rakyat Pengasuh ‎Pesantren Rakyat Perkuat Tata Kelola, Ini Arahan KH Abdullah SAM

‎Pesantren Rakyat Perkuat Tata Kelola, Ini Arahan KH Abdullah SAM

Pesantren Rakyat Perkuat Tata Kelola, Ini Arahan KH Abdullah SAM

Pesantren Rakyat Online — Yayasan Pesantren Rakyat Al-Amin menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Ndalem Pengasuh, Selasa (31/3/2026), sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola kelembagaan dan mengawal program-program pesantren secara berkelanjutan.

‎Rakor yang berlangsung pukul 14.00 WIB itu dipimpin langsung oleh Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin Dr (c). KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd. Tampak hadir padar kegiatan ini Ketua Yayasan, Hariadi Catur Pamungkas, S.Pd., jajaran pengurus, direktur fakultatif, kepala lembaga (TPQ, Madin, KB, TK, SDII, SMPII, SMAII), kepala unit, serta lurah pesantren. Rakor yang berlangsung 60 menit itu menitikberatkan pada peningkatan kualitas manajemen, kedisiplinan, dan soliditas internal.

‎Dalam arahannya, KH. Abdullah SAM menegaskan bahwa pembangunan pesantren harus berpijak pada nilai-nilai Al-Qur’an, hadits, serta semangat kebangsaan sebagaimana tertuang dalam UUD 1945. Ketua PC ISNU Kabupaten Malang itu juga mengingatkan pentingnya menjaga harmoni antar pengurus dengan menghindari budaya saling menggunjing.

‎“Tidak ada rasan-rasan sesama pejuang Pesantren Rakyat. Kalau ada masalah, selesaikan secara terbuka. Keterbukaan itu penting”, tegasnya.

‎KH. Abdullah SAM mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan momentum bulan Syawal sebagai titik awal memperbaiki manajemen pesantren agar tidak bergantung pada satu individu. Menurutnya, tidak ada tokoh tunggal dalam pesantren karena seluruh elemen memiliki peran yang sama.

‎“Pengurus jangan merasa paling berjuang. Kita semua saling membutuhkan. Sampai kapan pun di pesantren ini tidak ada tokoh utama, semua memiliki peran”, ujar Wakil Direktur Pesantren Center Nusantara itu.

Baca juga: Pesantren Rakyat Al-Amin Gelar Halal Bihalal Lembaga Pendidikan, Ini Pesannya

Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan, KH. Abdullah SAM menetapkan kebijakan briefing rutin setiap hari mulai pukul 06.30 WIB bagi seluruh kepala lembaga dan kepala unit sebelum memulai aktivitas. Beliau menegaskan bahwa keteladanan harus dimulai dari pimpinan.

‎Selain itu, kiai yang menjadi kandidat doktor multikultural ini juga menginstruksikan adanya evaluasi harian berupa laporan kegiatan yang telah dilaksanakan dan rencana kerja berikutnya. Menurutnya, kedisiplinan yang terjaga akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pesantren.

‎“Kalau kedisiplinan ini terjaga, insyaAllah akan menarik perhatian masyarakat. Jika murid semakin banyak, maka manfaat yang kita berikan juga semakin luas”, jelasnya.

‎Rakor juga menghasilkan sejumlah penguatan program, di antaranya penguatan budaya ibadah seperti sholat dhuha dan sholat zuhur berjamaah yang wajib diikuti seluruh lembaga, serta program jalan pagi setiap Jumat sebagai bagian dari menjaga kesehatan.

‎Pada kesempatan tersebut, pengasuh juga menunjuk Nur Rohmatun sebagai penanggung jawab Ndalem untuk mendampingi Bu Nyai. Selain itu, kiai menunjuk Ahmad Junaedi sebagai Ombudsman Pesantren Rakyat guna menjaga kualitas layanan dan tata kelola yang lebih baik.

‎KH. Abdullah SAM juga mengingatkan pentingnya kemandirian pengurus dalam membangun pesantren. “Sudah saatnya kita berpikir mandiri. Jika internal kita kuat, maka lembaga akan maju dengan sendirinya”, tandasnya.

‎Kegiatan rakor ditutup dengan makan bersama dan diskusi ringan antar pengurus, memperkuat keakraban sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam memajukan Pesantren Rakyat Al-Amin agar semakin berdampak bagi masyarakat luas. (cha)

‎Reporter: Chandra Djoego

0 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.