
Pesantren Rakyat Online – Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin bersama pengurus yayasan dan dewan guru bertakziah serta mengikuti shalat jenazah almarhum Dr. KH. M. Ilyas Thohari, M.Pd., di Masjid Ainul Yaqin Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu malam (27/5/2026). Kehadiran keluarga besar Pesantren Rakyat menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus doa untuk suami Prof. Dr. Hj. Mufidah Ch., M.Ag., penasihat Pesantren Rakyat Al-Amin dan guru besar UIN Maliki Malang.
Almarhum KH M Ilyas Thohari wafat di RSSA Kota Malang pada Rabu siang. Setelah dishalatkan di Masjid Ainul Yaqin Unisma, jenazah diberangkatkan menuju Dalem Kasepuhan Yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum Al Cholily, Pasinan, Baureno, Bojonegoro, untuk dimakamkan.
Sejumlah tokoh hadir dalam prosesi tersebut, Ketua PCNU Kota Malang Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag., beserta pengurus, serta Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Dr. KH. Marzuqi Mustamar, M.Ag.
Selain itu ada juga Rektor Unisma Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., para guru besar, dosen, Dewan Pembina dan Pengurus Yayasan Unisma, kiai, pengasuh pondok pesantren, akademisi, aktivis, serta kolega almarhum baik dari Unisma dan UIN Maliki Malang.
Baca juga: Pesantren Rakyat Al-Amin Sembelih Enam Ekor Kambing pada Idul Adha 1447 H

Mewakili sohibul musibah, KH Abdullah SAM menyampaikan terima kasih atas kehadiran para pentakziah. Abdullah menyebut almarhum Abah Ilyas dan Prof. Mufidah Ch., memiliki kedekatan panjang dengan dirinya sejak masih bersekolah di MAN 1 Kota Malang.
“Saya adalah momongan Abah Ilyas dan Prof Mufidah Ch. sejak usia SMA di MAN 1 Malang”, kisahnya.
KH Abdullah SAM juga menyampaikan permohonan maaf keluarga kepada seluruh pihak atas kekhilafan almarhum semasa hidup, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
“Terima kasih atas kehadiran takziah, ikut bela sungkawa terhadap abah kami yang telah pulang ke rahmatullah. Kami sekeluarga mohon maaf lahir batin, utamanya kepada Abah Dr. KH. M. Ilyas Thohari, M.Pd.”, katanya.
Di sisi lain, Rektor Unisma, Prof Junaidi, menyampaikan bahwa keluarga besar Unisma kehilangan salah satu putra terbaiknya. Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang banyak mengemban amanah di lingkungan Unisma.
“Kami keluarga besar Unisma kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Beliau adalah putra terbaik Unisma. Terakhir beliau menjadi Ketua Pengawas Yayasan Unisma. Tentu dengan banyaknya amanah yang diberikan kepada beliau. menunjukkan bahwa beliau adalah orang yang baik”, ujarnya.
Prof Junaidi mendoakan agar seluruh amal almarhum diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran.
Baca juga: Pengasuh PP Darul Anwar Al-Maliki Silaturahmi ke Pesantren Rakyat, Konsultasi IJOP Pesantren

Tak hanya itu, Dr. KH. Marzuqi Mustamar turut menyampaikan kesaksian atas akhlak almarhum. Mantan Ketua PWNU Jawa Timur itu mengenang KH Ilyas sebagai guru yang ramah dan meneduhkan.
“Saya adalah murid beliau. Tidak pernah mrengut, wajahnya selalu tersenyum. Semoga beliau ahli surga”, tuturnya.
Bagi Pesantren Rakyat Al-Amin, almarhum memiliki tempat khusus. KH Abdullah SAM menyebut dirinya diasuh dan didampingi KH Ilyas Thohari bersama Prof Mufidah Ch. sejak masa sekolah hingga mendirikan Pesantren Rakyat yang kini telah berusia 18 tahun.
Prof Mufidah Ch. sendiri dikenal sebagai penasihat Pesantren Rakyat Al-Amin dan ibu ideologis bagi pengasuh Pesantren Rakyat. Karena itu, takziah ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada seorang tokoh pendidikan dan pesantren, tetapi juga ungkapan duka keluarga besar Pesantren Rakyat atas wafatnya sosok yang memiliki jejak pengabdian panjang. (cha)
Reporter: Chandra Djoego