Pesantren Rakyat Pengasuh KH Abdullah SAM: Lembaga Kuat Dimulai dari Tertib Administrasi

KH Abdullah SAM: Lembaga Kuat Dimulai dari Tertib Administrasi

KH Abdullah SAM - Lembaga Kuat Dimulai dari Tertib Administrasi

Pesantren Rakyat Online — Briefing harian Yayasan Pesantren Rakyat Al-Amin menekankan pentingnya tertib administrasi dan perluasan wawasan berpikir bagi seluruh pengurus dan kepala lembaga. Kegiatan ini berlangsung di Ndalem Pengasuh, Selasa (22/4/2026).

‎Briefing yang diikuti oleh jajaran pengurus yayasan, direktur fakultatif, kepala lembaga, kepala unit, hingga lurah pesantren tersebut dipimpin langsung oleh Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin, KH Abdullah SAM.

‎Dalam arahannya, pengasuh menegaskan bahwa tertib administrasi menjadi fondasi penting dalam membangun lembaga yang kuat dan profesional. Kiai yang kenyang asam garam organisasi itu meminta seluruh pengurus untuk mengarsipkan setiap dokumen secara rapi dan sistematis.

‎“Setiap surat harus memiliki arsip dengan nomor yang sama, dilengkapi tanda tangan, stempel, serta kode tertentu. Ini penting agar lembaga kita tertata dengan baik dan memiliki sistem yang jelas”, tegas kiai.

‎Lebih lagi, KH Abdullah SAM juga mengingatkan bahwa setiap perubahan menuju perbaikan pasti memiliki konsekuensi. Namun, hal tersebut harus dipahami sebagai bagian dari proses menuju kemajuan bersama.

‎“Tidak ada revolusi gerakan yang tidak memakan korban. Setiap perubahan kebijakan pasti ada yang terdampak, tetapi bagi yang siap dan sepakat, itu akan membawa kebaikan”, ujarnya.

Baca juga: Fakta Mengejutkan! Pendidikan RI Tertinggal 128 Tahun, Ini Kata KH Abdullah SAM

Selain aspek administratif, pengasuh juga menekankan pentingnya berpikir luas atau meminjam istilah Prof. Kamaruddin, Sekjen Kemenag RI dan Ketua Umum PP ISNU, ‘berpikir horizon’ dalam mengelola lembaga. Menurutnya, kemampuan membaca dan memperkaya wawasan menjadi kunci dalam membangun pola pikir yang matang dan visioner.

‎Dalam kesempatan itu, kiai sempat menyinggung karya-karya sastra populer seperti Kho Ping Hoo yang sarat nilai humanisme, moralitas, dan perdamaian. Tidak hanya beliau yang sudah khatam membacanya, KH Abdullah SAM juga menyebut, tokoh-tokoh nasional seperti B. J. Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Joko Widodo, hingga Mahfud MD juga dikenal membaca karya tersebut.

‎“Banyak membaca akan membuka cakrawala berpikir. Dari sana kita bisa memahami nilai-nilai kehidupan, bahkan ada yang menyebut orang tersebut mendekati makrifat”, imbuhnya.

‎Lebih dari itu, pengasuh menekankan pentingnya peran pengurus dalam menerjemahkan visi yayasan ke dalam kerja nyata di masing-masing bidang. Menurutnya, setiap pengurus harus mampu memberi warna dan kontribusi terbaik dalam menjalankan tugas.

‎Dalam suasana yang cair, Abdullah menyampaikan analogi ringan tentang mengapat harus sering briefing tiap pagi. “Ada yang bilang, kamu tiap hari rapat terus, kerjanya kapan? Kemudian dijawab, kalau rapat saja tidak pernah, bagaimana mau kerja?”, ceritanya disambut senyum peserta.

‎Melalui briefing rutin ini, Yayasan Pesantren Rakyat Al-Amin terus mendorong terciptanya budaya kerja yang disiplin, tertib, dan visioner. Seusai kegiatan, seluruh peserta kembali menjalankan program harian masing-masing sesuai bidang tugasnya. (cha)

‎Reporter: Chandra Djoego

0 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.