Pesantren Rakyat Pesantren Corner Ikuti Bimtek SRA, Waka SMPII Pesantren Rakyat Dorong Budaya Pendidikan Humanis

Ikuti Bimtek SRA, Waka SMPII Pesantren Rakyat Dorong Budaya Pendidikan Humanis

Ikuti Bimtek SRA, Waka SMPII Pesantren Rakyat Dorong Budaya Pendidikan Humanis

Pesantren Rakyat Online — Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan kembali diperkuat melalui partisipasi aktif Pesantren Rakyat Al-Amin. Ika Yuli Styorini, S.S., Wakil Kepala SMP Islam Integratif (SMPII) Pesantren Rakyat Al-Amin, hadir dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Kesiswaan jenjang SMP Negeri dan Swasta yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang di Gedung PGRI Kabupaten Malang, Jl. Raya Karangpandan No. 21, Kecamatan Pakisaji pada Selasa, (02/12/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 366 Wakil Kepala Kesiswaan SMP se-Kabupaten Malang, serta dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Bidang SMP. Selain itu, para narasumber yang dihadirkan antara lain Bekti Prastyani dari Asosiasi Pendidik Perspektif Hak Anak, Erlehana dari UPPA Polres Malang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kepala Bidang SMP. Seluruh materi disampaikan dengan fokus pada penguatan konsep Sekolah Ramah Anak (SRA) sebagai fondasi penting pendidikan masa kini.

Bimtek SRA yang digelar sehari tersebut bertujuan memperkuat komitmen sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bebas dari kekerasan dan diskriminasi, sekaligus mendorong lahirnya budaya sekolah yang ramah bagi seluruh peserta didik.

Menurut laporan yang disampaikan Ika, SRA merupakan konsep yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang memberikan rasa aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak. Ia menegaskan bahwa SRA tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan fasilitas fisik sekolah, tetapi juga menyangkut budaya sekolah, relasi sosial, serta keteladanan guru dan orang dewasa di lingkungan pendidikan.

“Untuk menjadi sekolah SRA, sekolah harus memenuhi beberapa kriteria yaitu lingkungan belajar yang aman dan nyaman, guru yang peduli, partisipasi orang tua dan masyarakat, serta perlindungan anak dari kekerasan dan diskriminasi”, jelasnya.

Baca juga: Pesantren Rakyat Masuk Nominasi Eco Pesantren Terbaik Jawa Timur

Lebih lanjut, Waka SMPII menyoroti bahwa maraknya kasus perundungan, bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah dapat berdampak traumatis pada anak dan bahkan menjadi alasan sebagian siswa meninggalkan sekolah atau pesantren.

Dalam pemaparan para narasumber, Ika menjelaskan empat konsep dasar SRA yang ditekankan sebagai pilar utama:

  1. Mengubah paradigma guru dari sekadar pengajar menjadi pembimbing, orang tua, sekaligus sahabat bagi anak.
  2. Orang dewasa memberikan keteladanan dalam keseharian.
  3. Seluruh tenaga pendidik di satuan pendidikan harus terlibat aktif dalam perlindungan anak.
  4. Orang tua dan anak harus dilibatkan secara penuh dalam proses pendidikan.

Dari hal tersebut, Ika menegaskan komitmen Pesantren Rakyat Al-Amin untuk terus bergerak menuju lingkungan pendidikan yang lebih ramah anak. Ia ingin bagaimana nantinya guru-guru bisa mendapat pemahaman akan SRA dan bisa menerapkannya dalam kegiatan belajar sehari-hari.

“Guru-guru Pesantren Rakyat harus terus berusaha lebih dekat ke santri-santri untuk guna menekan pola atau aksi kekerasan dan bullying yang menjadi salah satu alasan santri ingin boyong atau pindah sekolah. Semoga bisa terlaksana dengan baik”, harapnya.

Keikutsertaan SMPII Pesantren Rakyat Al-Amin dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih humanis, aman dan berpihak pada kepentingan terbaik anak. Semangat ini sejalan dengan nilai-nilai pesantren yang menanamkan kasih sayang, keteladanan, dan kedisiplinan dalam mendampingi tumbuh kembang generasi muda. (cha)

Reporter: Chandra Djoego

1 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.