
Pesantren Rakyat Online — Pesantren Rakyat Luman Ngadirejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang mendapat kunjungan istimewa dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang periode 2019–2022, Azka Subhan Aminurridho, Rabu (24/12/2025). Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana silaturahmi bersama Penggagas Pesantren Rakyat, Dr (c). KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd.
Silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan Pesantren Rakyat Luman sebagai salah satu cabang Pesantren Rakyat yang secara khusus memfokuskan diri pada pendidikan tahfidz Al-Qur’an. KH. Abdullah SAM secara langsung mengajak Pak Azka, sapaannya untuk melihat lebih dekat aktivitas, pengelolaan, serta visi besar pesantren yang berada di Desa Ngadirejo tersebut.
Dalam kesempatan itu, kiai yang juga Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Malang itu menyampaikan kisah awal berdirinya Pesantren Rakyat Luman. Beliau menjelaskan bahwa pesantren ini dirancang sebagai pesantren tahfidz. Saat ini terdapat tujuh santri mukim dan sekitar 30 santri kalong yang rutin mengikuti kegiatan mengaji dan menghafal Al-Qur’an.
“Pesantren Rakyat Luman ini kami arahkan fokus pada tahfidz Al-Qur’an dengan pengelolaan program yang serius dan berkelanjutan. Istri Lurah Pesantren Luman, Mbak Riska ini termasuk penghafal AL-Qur’an cepat selama 8 bulan”, cerita Abdullah di hadapan santri dan pengurus.
Lebih lagi, kiai dengan nama populer Kiai Sableng itu juga menjelaskan bahwa Pesantren Rakyat Luman termasuk salah satu cabang Pesantren Rakyat di Malang yang memiliki fasilitas cukup lengkap, mulai dari gedung yang representatif, kamar santri, dapur dan kitchen set, hingga akses internet yang menunjang kegiatan belajar mengajar.
Baca juga: Fatih, Murid PAUD Pesantren Rakyat Sabet Emas Sepatu Roda Malang Raya

Hadirnya Pesantren Rakyat Luman, lanjut Abdullah, tidak lepas dari inisiatif dan kepedulian Eko Yulianto, prajurit TNI Angkatan Laut sekaligus pengusaha dan filantropis asal Ngadirejo, bersama adiknya Juwani yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Ngadirejo. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara tokoh masyarakat, aparat negara dan pesantren dalam membangun pendidikan keagamaan.
Lurah Pesantren Rakyat Luman, Ahmad Rizki Tediyanto, menegaskan bahwa pesantren ini memang fokus pada kelas tahfidz Al-Qur’an. “Saat ini jumlah santri mukim ada tujuh anak dan santri kalong sekitar 30 anak”, jelasnya.
Sementara itu, Azka Subhan Aminurridho menyampaikan apresiasi atas perjuangan para pengelola pesantren. Ia memberikan pesan singkat namun penuh makna kepada lurah pesantren dan para pengasuh. “Sabar dan semangat berjuang”, pesannya.
Menutup pertemuan, KH. Abdullah SAM kembali menekankan nilai keikhlasan dalam pengabdian pesantren. “Dalam pengabdian jangan neko-neko dan harus dipaksa untuk menjadi baik”, tandasnya.
Silaturahmi ini diharapkan semakin memperkuat jejaring Pesantren Rakyat sekaligus meneguhkan peran pesantren sebagai pusat pembinaan Al-Qur’an dan pembentukan karakter generasi muda di tengah masyarakat.
Pertemuan siang kemarin (Rabu, red) diakhiri dengan sholat zuhur berjamaah di Masjid Baitul Ihsan Pesantren Rakyat Al-Amin (Pesantren Pusat) di Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang bersama seluruh santri. (cha)
Reporter: Chandra Djoego