
Pesantren Rakyat Online – Pesantren Rakyat Al-Amin menggelar manasik umrah pertemuan pertama bagi jamaah yang akan diberangkatkan pada 28 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Masjid Baitul Ihsan Pesantren Rakyat Al-Amin, Jumat (26/12/2025), dan diisi langsung oleh Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin, Dr. KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd.
Manasik umrah tersebut diikuti oleh 12 jamaah yang terdiri dari 8 jamaah putra dan 4 jamaah putri. Kegiatan ini menjadi pembekalan awal agar jamaah memiliki pemahaman yang utuh terkait hukum, rukun dan syarat pelaksanaan ibadah umrah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Dalam penyampaiannya, KH. Abdullah SAM menegaskan bahwa keberangkatan umrah bukan semata-mata karena kemampuan materi, melainkan karena dimampukan oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, jamaah diminta untuk menata niat sejak awal dan membersihkan hati dengan memperbanyak istighfar.
“Orang berangkat umrah bukan karena mampu, tetapi karena dimampukan oleh Allah SWT. Maka jangan punya niat yang tidak baik, niatkan ibadah ini semata-mata untuk Allah”, himbau KH. Abdullah SAM kepada para jamaah.
Kiai yang juga Wakil Direktur Pesantren Center Nusantara itu juga mengingatkan bahwa kekuatan niat akan berdampak pada kesiapan fisik dan mental jamaah selama menjalani ibadah. Menurutnya, jika niat sudah kuat, maka Allah akan memberikan kesehatan, kekuatan, bahkan kecukupan rezeki kepada jamaah.
Pada kesempatan tersebut, KH. Abdullah SAM menjelaskan secara rinci tentang definisi umrah, rukun, syarat, hukum, serta tata cara pelaksanaan ibadah mulai dari ihram, thawaf, sa’i, hingga tahallul. Beliau menekankan pentingnya mengikuti arahan pembimbing selama di Tanah Suci dan tidak bersikap individualis.
“Di sana, jamaah harus taat kepada guru. Jangan seenaknya sendiri. Umrah dan haji itu ibadah uang sekaligus ibadah fisik”, tegasnya.
Baca juga: KH Abdullah SAM Ajak Eks Kepala BI Malang Kunjungi Pesantren Rakyat Luman

Lebih lagi, KH. Abdullah SAM turut mengingatkan keutamaan berdoa di tempat-tempat mustajab seperti Raudhah dan Multazam. Menurutnya, tidak ada doa yang ditolak Allah SWT di tempat-tempat tersebut, sehingga jamaah diminta mempersiapkan diri secara spiritual sejak dini.
Sebagai bekal tambahan, jamaah dianjurkan untuk memperdalam pemahaman manasik dengan menonton video pembelajaran di YouTube dan mempraktikkannya di rumah. Pada pertemuan berikutnya, jamaah diminta membawa kain ihram untuk praktik manasik secara langsung satu per satu.
Pengasuh kembali menegaskan bahwa ibadah umrah memiliki dasar hukum yang kuat sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 196 serta hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. Beliau mengajak jamaah untuk terus menambah keimanan dan keislaman dalam setiap proses ibadah.
“Allah tidak akan mengundang haji dan umrah orang yang mampu, tetapi memampukan orang yang diundang untuk beribadah di Baitullah”, ungkapnya.
KH. Abdullah SAM menyampaikan bahwa jumlah jamaah umrah periode ini terbilang istimewa karena hanya diikuti 12 orang, berbeda dari biasanya yang mencapai 30 jamaah. “Semoga semuanya diberikan umrah yang mabrur dan dimudahkan dalam menjalankan ibadah”, harapnya.
Sebagai informasi, pemberangkatan umrah periode ini dilaksanakan melalui kerja sama Pesantren Rakyat Al-Amin dengan El-Mahreen Tour and Travel dengan paket 9 hari senilai Rp27 juta. Bagi masyarakat yang berminat mengikuti program umrah bersama KH. Abdullah SAM dan Pesantren Rakyat Al-Amin, dapat menghubungi nomor 081233875000. (cha)
Reporter: Chandra Djoego