
Pesantren Rakyat Online — Sekolah Dasar Islam Integratif (SDII) Pesantren Rakyat Al-Amin memperingati Hari Pahlawan Nasional dengan serangkaian kegiatan edukatif dan reflektif yang menggugah semangat kebangsaan sejak usia dini pada Senin (10/11/2025). Segenap murid dan dewan guru kompak memakai seragam lurik dan membawa atribut berupa poster pahlawan yang dipilih bebas.
Peringatan Hari Pahlawan tahun ini (2025, red) diawali dengan upacara bendera dan kirab bertema kepahlawanan. Selanjutnya rangkaian kegiatan berlanjut dengan ziarah dan tahlil ke makam almarhumah Mbah Nyai Munawaroh, ibu dari Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin, Dr (c). KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd. Tak berhenti disitu, peringatan ini dilanjutkan dengan refleksi kebangsaan bersama Nyai Heni Abdullah, M.Pd., yang bertempat di Ndalem Pengasuh.
Digelar agak berbeda dari yang pernah dilaksanakan, Kepala SDII Pesantren Rakyat Al-Amin, Rizki Anis Sholikhah, M.Pd., menyebut bahwa Mbah Nyai Munawaroh adalah sosok pahlawan bagi keluarga dan anak-anaknya. Pada kesempatan ini, tahlil dipimpin oleh M. Khifdzurridho Bil Ilkhan, siswa kelas 4 SDII.
“Ziarah dan doa bersama kami lakukan di makam Mbah Nyai Munawaroh, bukan di Taman Makam Pahlawan, karena beliau juga pahlawan bagi keluarga dan anak-anaknya. Dari rahimnya lahir sosok seperti Kiai Abdullah SAM, yang menjadi pejuang pendidikan bagi masyarakat”, kata kepala sekolah yang baru saja menyelesaikan studi magisternya itu.
Selain ziarah dan refleksi, peserta didik juga mengenal pahlawan Indonesia melalui presentasi yang disampaikan oleh para siswa. Untuk menambah antusiasme, dewan guru kemudian menetapkan dua karya terbaik, masing-masing diraih oleh Muhammad Abidzar Al Farizi dan Noureen Ilmu Layyina, keduanya siswa Kelas 2 SDII Pesantren Rakyat Al-Amin.
Baca juga: Rutinan Minggu Kliwon: Sholawat, Ngaji dan Pengobatan Gratis di Pesantren Sumberkradenan

Dalam pesannya kepada para siswa, Nyai Heni Abdullah mengingatkan pentingnya ketekunan belajar sebagai bentuk perjuangan generasi muda masa kini. “Belajarlah dengan tekun, perangi rasa malas. Itulah cara kalian menjadi pahlawan hari ini”, tegasnya.
Nyai Heni menutup refleksi peringatan Hari Pahlawan ini dengan pesan penuh kebanggaan. Ia mengatakan, untuk tidak berkecil hati menjadi santri.
“Bangga menjadi santri Pesantren Rakyat, karena dari sini lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga berjiwa perjuangan”, ucapnya.
Melalui peringatan ini, SDII Pesantren Rakyat Al-Amin menegaskan komitmennya untuk menumbuhkan karakter nasionalis dan spiritual pada diri setiap peserta didik. guna menjadi generasi yang mencintai tanah air dan menghormati jasa para pahlawan, baik yang dikenal sejarah maupun yang berjasa dalam lingkup keluarga dan pendidikan. (grs/cha)
Reporter: Griselda Raissa
Editor: Chandra Djoego