Pesantren Rakyat Pesantren Corner Rutinan Minggu Kliwon: Sholawat, Ngaji dan Pengobatan Gratis di Pesantren Sumberkradenan

Rutinan Minggu Kliwon: Sholawat, Ngaji dan Pengobatan Gratis di Pesantren Sumberkradenan

Rutinan Minggu Kliwon, Sholawat, Ngaji dan Pengobatan Gratis di Pesantren Sumberkradenan

Pesantren Rakyat Online — Suara sholawat menggema dari Surau Sunan Kudus, Pondok Pesantren (PP) Dzunnurain Arrafiqi Sumberkradenan Pakis, Kabupaten Malang, Minggu (09/11/2025). Ratusan jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari pengurus MWC NU, ranting, Ansor, IPNU, IPPNU hingga masyarakat sekitar, tumpah ruah mengikuti pembukaan Rutinan Minggu Kliwon yang diisi dengan Sholawat Kanjeng Sunan Ampel, ngaji bareng, dan pengobatan tradisional gratis

Dalam kegiatan yang dihadiri lebih dari 300 orang itu, turut hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Dr (c). KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd., Penggagas Pesantren Rakyat, KH. Muhammad Kholilulloh Busthomi, Pengasuh PP. Al-Iqtishod Blimbing Kota Malang, H. Helmy Syarief Zunnurain bin KH. Chusnur Rhoviq, serta Hj. Latifah Hanum, pewakaf tanah seluas 6.600 m² untuk pembangunan pesantren.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya agenda rutin bulanan Pesantren Sumberkradenan yang berada di bawah asuhan Gus Arif Billah, S.E., putra dari KH. Agus Muhammad Abdul Wahid (PP. Al-Azhar Pondok Panjer). Pesantren yang dikenal juga dengan nama Pesantren Rakyat Pakis ini terus menghidupkan semangat dekat dengan Masyarakat dan terbuka terhadap siapapun.

Dalam tausiyahnya, KH. Abdullah SAM mengisahkan asal-mula berdirinya Pesantren Rakyat Sumberkradenan yang lahir dari keikhlasan dan amanah wakaf. Kiai yang telah mendirikan Pesantren Rakyat di 137 titik di Indonesia ini mengisahkan amanah yang ia terima dari Hj. Hanum.

“Bu Hanum pasrah ke saya tanah wakaf yang saat ini telah menjadi pesantren. Kemudian saya pasrahkan kepada Gus Billah untuk mengasuh di sini”, ceritanya.

Baca juga: Santri Pesantren Rakyat Tingkatkan Skill Menulis Berita dan Video berbasis AI

Rutinan Minggu Kliwon, Sholawat, Ngaji dan Pengobatan Gratis di Pesantren Sumberkradenan - 1
Pengasuh: Gus Arif Billah, S.E., Pengasuh PP Dzunnurain Arrafiqi Sumberkradenan Pakis (kanan) saat memberikan sambutan pada kegiatan pembukaan rutinan Minggu Kliwon

Menurutnya, keberadaan pesantren ini menjadi simbol keberkahan dari niat baik dan ketulusan. “Semoga Pesantren Sumberkradenan ini bisa menjadi pesantren besar karena yang wakaf adalah orang Ikhlas”, tuturnya penuh harap.

KH. Abdullah SAM juga menyebut, Hj. Latifah Hanum adalah putri dari KH. Chusnur Rhoviq, sahabat karib KH. Hasyim Muzadi mantan Ketua Umum PBNU (2000–2010) dan tokoh penting alumni PMII Kota Malang.

“Yang ngasuh di sini, Gus Billah, juga putra kiai alumni Sarang dan Sidogiri. Didukung pula oleh mertuanya, pengasuh PP. Al-Iqtishod Blimbing Kota Malang. Nantinya akan tumbuh dan berkembang dalam sinergi dengan Pesantren Rakyat”, imbuhnya.

Pesantren yang Inklusif dan Memberdayakan

Rutinan Minggu Kliwon ini tak hanya menjadi ajang ngaji bareng dan pembacaan sholawat, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan pengobatan tradisional gratis, baik medis maupun non-medis. Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara pesantren dan masyarakat sekitar.

“Semoga nanti bisa menjadi pesantren yang inklusif dan terbuka, tetapi urusan keilmuan, ke-ngaliman, intelektualitas, dan pemberdayaan masyarakat tetap menjadi jalan utama agar bisa mencintai dan dicintai masyarakat sekitar”, pesan KH. Abdullah SAM.

Baca juga: Pesantren Rakyat Siapkan Generasi Santri Melek AI Lewat Smart Journalism

Rutinan Minggu Kliwon, Sholawat, Ngaji dan Pengobatan Gratis di Pesantren Sumberkradenan - 2
Infografis: Flyer kegiatan pembukaan Rutinan Minggu Kliwon di Pesantren Sumberkradenan Pakis

Semangat Pesantren Rakyat Sumberkradenan merepresentasikan visi besar pesantren yang berpikir global namun tetap berperilaku lokal yang menghadirkan nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebudayaan dalam satu napas pengabdian.

Dari Rutinan Minggu Kliwon ini, semangat gotong royong dan keberkahan mengalir, menegaskan bahwa pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga pusat kehidupan masyarakat yang hidup, hangat, dan terus memberi manfaat. (cha)

Penulis: Chandra Djoego

0 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.