Pesantren Rakyat Inspirasi Santri Pesantren Rakyat Seminggu di Maqbaroh Syaikhona Kholil Bangkalan

Santri Pesantren Rakyat Seminggu di Maqbaroh Syaikhona Kholil Bangkalan

Santri Pesantren Rakyat Seminggu di Maqbaroh Syaikhona Kholil Bangkalan

Pesantren Rakyat Online – Santri Pesantren Rakyat Al-Amin tengah memperdalam ilmu kitab di maqbaroh Syaikhona Kholil Bangkalan Madura, Minggu malam (3/1/2021). Selama seminggu lamanya, ketiga santri dari Kyai Abdullah SAM itu sedang menghafal bait-bait kitab Alfiah Ibnu Malik.

Santri yang diantarkan oleh pengurus tersebut adalah Lurah Pesantren Rakyat bernama Achmad Siddiq, Zaki, santri SMA Pengusaha dan Rifki, santri SMPII Pesantren Rakyat Al-Amin.

Bagi Siddiq ini adalah pengalamannya yang kedua setelah dulu pernah melakukan hal serupa saat masih nyantri di PPRU 1 Ganjaran Gondanglegi. Sementara itu, dua nama terakhir adalah yang telah hafal nadhom imrithi tercepat di Pesantren Rakyat Al-Amin.

Saat meminta izin kepada pengasuh, Siddiq yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Ma’had Aly asuhan KH. Lukmam Hakim di Bogor, diberikan pesan agar menuntut ilmu setinggi-tingginya.

“Tuntutlah ilmu sampai negeri China. Artinya carilah ilmu seluas-luasnya dimanapun tempatnya”, katanya menirukan pesan Kyai Abdullah SAM.

Baca juga: Rapat Kepala Lembaga Pesantren Rakyat Bahas Pembelajaran Semester Genap

Mengapa di Maqbaroh Syaikhona Kholil Bangkalan?

Sesampai di tempat dan usai berziarah, Siddiq mulai bercerita mengapa maqbaroh Syaikhona Kholil menjadi pilihan ia bersama Zaki dan Rifki untuk menghafal alfiah dan bermunajat ilmu.

“Sebagai santri Kyai Nawawi kami dihimbau untuk mukim di makamnya Mbah Kholil apabila ingin hafalan alfiah. Mbahnya Kyai Nawawi yang bernama Kyai Ashari itu adalah santrinya Mbah Kholil Bangkalan”, tuturnya.

Pada masa itu, Kyai Nawawi selaku cucu sedang hafalan alfiah selama 5 tahun tapi masih mendapat 500 bait, kisah Siddiq kepada redaksi. “Merasa kurang maksimal, kemudian beliau mengadu kepada kakeknya Kyai Ashari di Madura”, lanjutnya.

Menurut penjelasan Lurah Pesantren Rakyat ini, Kyai Ashari pernah didawuhi Syaikhona Kholil, apabila suatu saat anak cucu dan santri-santri kamu ingin menghafalkan alfiah dan mengalami kesusahan, maka hafalkanlah disamping saya.

Selain itu, ada cerita Mbah Kyai Kholil ini menulis sebuah syair yang salah satunya diberikan kepada Kyai Ashari, kakek dari Kyai Nawawi. Sebagai tambahan informasi, Siddiq menuturkan bahwa Kyai Nawawi adalah santri sepuh Kyai Yahya Sabrowi PPRU 1 Ganjaran Gondanglegi.

“Saat ini Kyai Nawawi menjadi salah satu dewan pengasuh Pondok Pesantren Ulumuddin Addimyati (PPUA) Bulupitu Gondanglegi. Tiap Kamis malam Jumat, kami mengaji kitab Marji’us Salik pada beliau”, pungkasnya. (cha)

1 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.