Pesantren Rakyat Pesantren Corner Pesantren Rakyat Luman Buka Rutinan Ngaji dan Istighotsah Minggu Wage

Pesantren Rakyat Luman Buka Rutinan Ngaji dan Istighotsah Minggu Wage

Pesantren Rakyat Luman Buka Rutinan Ngaji dan Istighotsah Minggu Wage

Pesantren Rakyat Online – Pesantren Rakyat Luman Ngadirejo membuka Majelis Zikir wa Taklim perdana pada Minggu malam (23/11/2025). Di malam perdananya, rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan sholawat, pengajian dan istighotsah bersama yang dipimpin oleh Dr. KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd., Penggagas dan Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin.

Kegiatan pengajian rutin ini bakal berlangsung setiap Minggu Wage atau selapan hari (36 hari) sekali. Tak hanya untuk santri, kegiatan ini juga melibatkan warga masyarakat dari semua elemen. Ada tokoh agama, para kiai kampung, tokoh masyarakat, dari unsur pemerintah desa, tokoh ogranisasi seperti Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor dan lain sebagainya. Hal tersebut merepresentasikan bahwa keberadaan Pesantren Rakyat Luman mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

Di malam perdana, grub sholawat pemuda Kromengan membuka dengan lantunan sholawat tepat setelah waktu Isya. Walau diguyur hujan, antusias jamaah untuk hadir dalam acara tersebut tetap tinggi. Malah posisi duduk bisa saling berdekatan dan berinteraksi langsung lebih dekat dengan pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin, KH. Abdullah SAM di pelataran pesantren.

Untuk diketahui, Pesantren Rakyat Luman lahir atas inisiasi Eko Yulianto bersama adik kandungnya Juwani, Kepala Desa Ngadirejo yang terinspirasi dengan gerakan Pesantren Rakyat yang digagas oleh KH. Abdullah SAM. Singkat cerita, harapan tersebut didorong dan direstui oleh KH. Abdullah SAM selaku penggagas sehingga berdirilah cabang Pesantren Rakyat Luman di Ngadirejo ini (saat reportase dibuat, telah ada 137 cabang Pesantren Rakyat se-Indonesia).

Pesantren yang baru saja di launching pada 06 Agustus 2025 itu hidup di tengah lingkungan masyarakat yang beragam. Tak meninggalkan semangat kerakyatan dan menghadirkan pendidikan yang gratis atau sangat murah, dalam praktiknya, Pesantren Rakyat Luman juga memberikan fasilitas mondok dan ngaji gratis bagi semua orang. Sampai pelaksanaan majelis perdana malam ini (Minggu, red), Terdapat puluhan santri mulai dari usia SD hingga SMA yang ikut ngaji dan menjadi santri di sini, 7 diantaranya adalah mukim dan penghafal Al-Qur’an.

Di sisi lain, KH. Abdullah SAM, yang memimpin langsung jalannya pengajian, istigotsah dan doa bersama mengingatkan jamaah untuk memilih lembaga pendidikan yang memiliki jalu keilmuan yang jelas. “Cari pesantren, pondok yang jelas sanad keilmuannya, yang kiainya punya kiai”, tegasnya di hadapan jamaah.

Baca juga: Praktikum Sains Rutin, Cara SDII Pesantren Rakyat Bangun Generasi Kritis

Pesantren Rakyat Luman Buka Rutinan Ngaji dan Istighotsah Minggu Wage - 1
Khidmat: Jamaah mengikuti rutinan perdana ngaji dan istighotsah Minggu Wage Pesantren Rakyat Luman

Pembukaan rutinan Minggu Wage ini merupakan langkah awal syiar Pesantren Rakyat Luman kepada masyarakat sekitar. Dukungan mengalir dari sejumlah tamu yang hadir, seperti yang disampaikan oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Kromengan. “Saya mendukung dan membuka komunikasi yang seluas-luasnya untuk pengembangan pendidikan di sini”, katanya.

Sejak dirintis, Pesantren Rakyat Luman menunjukkan perkembangan yang cukup cepat. Saat ini terdapat tujuh santri mukim yang fokus menghafal Al-Qur’an, dengan capaian berbeda. Dari mereka ada yang telah selesa 15 juz, 12 juz, dan 6 juz. Progres ini menjadi salah satu indikator bahwa sistem pembinaan di Pesantren Rakyat Luman mulai berjalan efektif.

Selain itu, capaian menarik dari Ustaah Riska Nirmalasari, Lurah Pesantren Luman diketahui berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz dalam waktu delapan bulan. “Ini merupakan wujud bahwa pendidikan gratis itu juga bisa berkualitas. Pesantren Rakyat walau gratis tetapi santri-santrinya juga berkualitas”, cerita Abdullah.

Melalui kegiatan pembukaan majelis taklim perdana ini, Pesantren Rakyat Luman menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang siap berkontribusi bagi kehidupan keagamaan masyarakat Ngadirejo secara umum. Kegiatan rutin ini diharapkan mampu menjadi sarana memperkuat hubungan dengan warga sekaligus memperluas syiar Islam yang teduh dan membumi. (grs/cha)

Reporter: Griselda Raissa
Editor: Chandra Djoego

2 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.