
Pesantren Rakyat Online – Suasana lorong kelas dan halaman Sekolah Dasar Islam Integratif (SDII) Pesantren Rakyat tampak berbeda. Tempat tersebut mendadak menjadi laboratorium belajar bagi siswa kelas 5 dan 6 dengan sejumlah alat peraga untuk melaksanakan praktikum sains.
Kegiatan ini digelar rutin setiap dua minggu sekali sebagai bentuk penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang tidak hanya berfokus pada teori di buku, tetapi juga mengajak siswa memahami konsep sains melalui praktik langsung.
“Anak-anak sangat antusias dalam mengikuti step by step praktikum yang dilaksanakan ini”, kata Choiru Munifah, S.Kom., wali kelas 6 SDII Pesantren Rakyat.
Praktikum dilakukan di dua lokasi berbeda sesuai kelas masing-masing. Saat berita ini terbit, murid SDII Pesantren Rakyat Al-Amin telah melakukan tiga eksperimen, yakni listrik paralel percobaan, perubahan wujud benda dan sistem pernafasan manusia. Masing-masing kelompok siswa menyiapkan alat dan bahan sesuai arahan guru pendamping.
Baca juga: Peringatan HGN 2025, Kepala SDII Pesantren Rakyat Dorong Guru Terus Upgrading
Kegiatan ini didampingi oleh dua guru muda Pesantren Rakyat Al-Amin, Alta Rizkana Wega Mas Nasa, lulusan S1 Pendidikan Kimia Universitas Negeri Malang (UM), serta Alda Rizkino Wega Intan Nasa, lulusan S1 dan S2 Agribisnis Universitas Brawijaya (UB). Kehadiran keduanya membantu siswa memahami konsep ilmiah di balik percobaan yang dilakukan.
Kepala SDII Pesantren Rakyat, Rizki Anis Sholikhah, M.Pd., menyampaikan bahwa eksperimen sains semacam ini akan menjadi agenda rutin sekolah. “Melalui praktik langsung, anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami sendiri bagaimana ilmu pengetahuan bekerja dalam kehidupan nyata”, jelasnya.
Dengan semangat eksplorasi dan pendekatan deep learning, SDII Pesantren Rakyat berupaya menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan pada sains sejak dini. Praktikum sederhana ini menjadi langkah kecil yang berarti dalam membentuk generasi yang berpikir kritis, ilmiah, dan kreatif. (grs/cha)
Reporter: Griselda Raissa
Editor: Chandra Djoego