
Pesantren Rakyat Online — Kepala SD Islam Integratif (SDII) Pesantren Rakyat Al-Amin, Rizki Anis Sholikhah, M.Pd., turut ambil bagian dalam Sosialisasi Penguatan Bahasa Negara di Lanskap dan Dokumen Lembaga yang digelar Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur di Museum Panji, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan yang berada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini diikuti oleh 28 lembaga pendidikan setingkat SMP, SMA/SMK, organisasi perangkat daerah (OPD), serta pelaku usaha perhotelan dari wilayah Malang Raya hingga Probolinggo.
Sosialisasi ini bertujuan membina penggunaan bahasa Indonesia sesuai kaidah di ruang publik, seperti papan informasi, spanduk, hingga dokumen resmi lembaga. Selain itu, kegiatan juga mencakup audiensi, pemantauan penggunaan bahasa, pendampingan, serta evaluasi bagi lembaga dalam meningkatkan kualitas literasi.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, menegaskan bahwa bahasa memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan identitas bangsa.
“Pentingnya abjad dan bahasa membentuk kepribadian. Bahasa Indonesia harus diutamakan dalam ruang-ruang publik”, katanya.
Baca juga: KH Abdullah SAM: Kunci Sukses Ada pada Mindset dan Lingkungan

Retno juga mengingatkan konsep Trigatra Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing sebagai strategi kebahasaan nasional. Menurutnya, posisi bahasa Indonesia di tingkat global terus menguat. Bahasa Indonesia resmi ditetapkan sebagai bahasa sidang umum ke-10 UNESCO pada 20 November 2023. Pengakuan ini disahkan melalui Resolusi 42 C/28 di Paris, Prancis.
“Bahasa Indonesia adalah pemersatu bangsa, sebagaimana ditegaskan dalam Sumpah Pemuda”, tambahnya.
Selain itu, Dr. Retno menekankan pentingnya literasi visual di lingkungan lembaga melalui penggunaan bahasa yang baku dan tepat pada berbagai media informasi.
“Mulai dari hal sederhana, seperti memperbaiki papan informasi dengan bahasa Indonesia yang benar, itu bagian dari penguatan literasi”, tegasnya.
Sementara itu, Kepala SDII Pesantren Rakyat Al-Amin, Rizki Anis Sholikhah, menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bagian dari peningkatan kapasitas lembaga pendidikan.
“Kami diundang sebagai bentuk perhatian untuk meningkatkan kualitas literasi. Kegiatan ini menambah wawasan dalam penggunaan bahasa Indonesia, baik untuk dokumen sekolah, papan informasi, maupun penulisan karya”, tutur Anis.
Kepala SDII berharap hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan di lingkungan Pesantren Rakyat, khususnya dalam membangun budaya literasi yang lebih kuat dan tertib administrasi.
Selain sesi sosialisasi, peserta juga diajak berkeliling Museum Panji untuk mempelajari relief dan peninggalan sejarah sebagai bagian dari penguatan literasi budaya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lembaga pendidikan, termasuk pesantren, semakin sadar pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai identitas nasional sekaligus instrumen peningkatan kualitas literasi di era global. (cha)
Reporter: Chandra Djoego