
Pesantren Rakyat Online – Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin, Dr (c) KH Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd., bersama pengurus dan santri ikut gugur gunung pembangunan jembatan beton penghubung RT 07 Dukuh Krajan dan RT 23 Dukuh Suko, Desa Sumberpucung, Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk keterlibatan pesantren dalam kerja sosial masyarakat sekaligus ikhtiar memperlancar akses warga antarwilayah.
Gugur gunung tersebut diselenggarakan Pemerintah Desa Sumberpucung bersama Kodim, Koramil, dan warga masyarakat. Kegiatan diikuti warga sekitar, anggota TNI Kodim 0818 dan Koramil Sumberpucung, serta pengurus, kepala sarana prasarana, dan santri Pesantren Rakyat Al-Amin.
Di lokasi pembangunan, warga dan santri bergotong royong membantu pekerjaan di sekitar jembatan. Sebagian membantu mengangkut material, sementara lainnya membantu para tukang yang sedang mengerjakan pengecoran dan persiapan pembangunan.
Ketua RT 07 Dukuh Krajan, Imam Sayfi’i, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan pesantren dan santri dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kerja bakti ini tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara warga dan pesantren.
“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan kerja bakti ini. Semoga dapat semakin mempererat hubungan antara pesantren dan warga sekitar”, ujar Imam.
Babinsa Sumberpucung, Serma Nursalim, juga mengapresiasi keikutsertaan para santri. Ia menilai, keterlibatan santri dalam kerja bakti masyarakat merupakan bagian dari pendidikan sosial dan kebangsaan.
“Saya sangat mengapresiasi anak-anak santri yang ikut. Santri harus siap dan sedia bila negara atau masyarakat memanggil”, katanya.
Baca juga: Kepala KB Pesantren Rakyat Ikuti Workshop Pembelajaran Mendalam HIMPAUDI Kabupaten Malang
Di sisi lain, KH Abdullah SAM mengatakan, pembangunan jembatan penghubung tersebut patut disyukuri karena berangkat dari kebutuhan masyarakat, kemudian difasilitasi pemerintah desa dan didukung berbagai pihak.
“Bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan penghubung ini, yang awalnya ide muncul dari masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah desa, serta didukung oleh program jembatan dari Presiden Prabowo melalui Kodim 0818 Malang”, tuturnya.
KH Abdullah SAM berharap keberadaan jembatan beton itu dapat mempermudah mobilitas masyarakat serta menambah konektivitas antar padukuhan. Lokasi pembangunan yang berdekatan dengan pesantren dinilai akan membantu warga, santri, wali santri, dan tamu yang hendak mengakses kawasan Pesantren Rakyat.
“Semoga dengan adanya jembatan ini bisa mempermudah akses antar desa bagi masyarakat dan menambah konektivitas”, harap Abdullah.
Bagi Pesantren Rakyat Al-Amin, gugur gunung bukan kegiatan baru. Tradisi gotong royong bersama masyarakat telah menjadi bagian dari praktik sosial pesantren sejak awal berdiri. Melalui kegiatan seperti ini, santri tidak hanya belajar menjaga lingkungan, tetapi juga memahami pentingnya kolaborasi, kepedulian, dan kedekatan pesantren dengan masyarakat sekitar. (hrp/cha)
Reporter: Hariadi Catur Pamungkas
Editor: Chandra Djoego