
Pesantren Rakyat Online — Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai Halal Bihalal Lembaga Pendidikan Pesantren Rakyat Al-Amin yang digelar di Masjid Baitul Ihsan, Senin (30/3/2026), bertepatan dengan 10 Syawal 1447 H. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahim sekaligus mengawali kembali aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) usai libur Ramadan dan Idul Fitri.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pesantren Rakyat Al-Amin ini diikuti oleh Ketua Yayasan Hariadi Catur Pamungkas, S.Pd., jajaran pengurus, direktur fakultatif, kepala lembaga mulai dari TPQ, Madin, KB, TK, SDII, SMPII hingga SMAII, dewan guru, serta wali murid PAUD.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Hariadi Catur Pamungkas menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, komitmen, dan loyalitas dalam mengelola lembaga pendidikan. Ia mengajak seluruh civitas Pesantren Rakyat Al-Amin untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian demi kemajuan lembaga.
“Momentum halal bihalal ini menjadi saat yang tepat untuk memompa semangat, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan komitmen dalam mengelola lembaga dengan baik”, katanya.
Baca juga: KH Abdullah SAM Ajak Eks Kepala BI Malang Kunjungi Pesantren Rakyat Luman

Pak Hari sapaan akrabnya, juga menyampaikan sejumlah program terbaru dari pengasuh pesantren, di antaranya uji coba pembelajaran dengan pembagian lokasi, yakni jenjang SD di wilayah selatan dan SMP serta SMA di wilayah utara selama tiga bulan awal. Untuk jenjang SD, kegiatan belajar dapat memanfaatkan masjid dan ruang kelas yang tersedia.
Selain itu, Hari mengingatkan para santri untuk meningkatkan kedisiplinan dan semangat belajar. “Santri harus menimba ilmu sebanyak-banyaknya, jangan malas. Ikuti aturan yang ada di pesantren. Jika tidak siap dengan aturan, maka dipersilakan mencari lembaga lain”, tegasnya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada siswa kelas akhir, yakni kelas 6 SDII, kelas 9 SMPII, dan kelas 12 SMAII, yang akan menghadapi TKA dan PSAJ. Ia meminta seluruh pihak untuk mempersiapkan dengan maksimal agar memperoleh hasil terbaik.
Terkait agenda besar pesantren, Hariadi juga mengingatkan pentingnya persiapan matang untuk wisuda dan harlah pesantren tahun ini. Ia menekankan agar seluruh program dan kebijakan dapat dikoordinasikan dengan baik antar kepala lembaga guna menghindari tumpang tindih serta meminimalisir potensi konflik.
“Kepala lembaga harus mengikuti arahan kiai dan yayasan. Setiap program harus dikoordinasikan dengan baik agar berjalan selaras”, imbuhnya.
Baca juga: 12 Jamaah Ikuti Manasik Umrah Bersama KH Abdullah SAM di Pesantren Rakyat

Di akhir sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin mewakili pengasuh pesantren yang berhalangan hadir karena agenda lain. “Mohon maaf lahir batin mewakili yayasan dan pengasuh yang saat ini tidak bisa hadir”, tuturnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Program Takhasus, Gus Muhammad Siddiq, S.Ag., M.Pd. Setelah itu, seluruh peserta melaksanakan musafahah atau saling bersalam-salaman sebagai simbol saling memaafkan.
Kegiatan halal bihalal juga diwarnai dengan berbagai aktivitas kebersamaan di masing-masing lembaga. Dewan guru PAUD bersama anak didik dan wali murid melanjutkan silaturahim ke rumah guru di sekitar pesantren. Sementara itu, dewan guru SDII bersama siswa menikmati hidangan jajan lebaran, dilanjutkan dengan saling bersalaman dan persiapan pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, Pesantren Rakyat Al-Amin berharap dapat memperkuat ukhuwah, meningkatkan sinergi antar civitas, serta meneguhkan semangat baru dalam menjalankan proses pendidikan yang lebih baik ke depan. (cha)
Reporter: Chandra Djoego