
Pesantren Rakyat Online – Pesantren Rakyat Al-Amin resmi menjalin kerjasama dengan Departemen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar di Aula Gedung A20 Lantai 9 UM, Senin (10/11/2025).
Kegiatan tersebut juga melibatkan beberapa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) mitra, di antaranya PKBM Merah Putih, PKBM DALMAS, dan PKBM Al-Barokah, serta perwakilan dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Malang.
Penandatanganan dilakukan secara simbolis dipimpin oleh Ketua Departemen PLS FIP UM, Dr. Zulkarnain, M.Pd., M.Si. Pada kesempatan ini, Pesantren Rakyat Al-Amin menugaskan Direktur Fakuktatif, Nugraha Chandra Pratama, S.S., untuk menandatangani berkas MoU. Di momen yang sama, Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin, Dr (c). KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan kampus yang bekerjasama dengan Pesantren Rakyat.
Untuk diketahui, MoU yang diinisiasi oleh Departemen PLS FIP UM bersama Pesantren Rakyat mencakup empat bidang utama, yakni pendidikan dan pengajaran di jenjang S1, S2, dan S3 PLS; Pelaksanaan kuliah tamu, kuliah pakar, seminar ilmiah, dan program dosen praktisi; Penyelenggaraan program magang mahasiswa dalam kerangka Merdeka Belajar atau Kampus Merdeka; serta kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca juga: Semarak Hari Pahlawan SDII Pesantren Rakyat: Belajar Nilai Perjuangan Sejak Dini

Kerja sama antara Departemen PLS FIP UM dan Pesantren Rakyat diharapkan dapat menjadi model kemitraan antara lembaga pendidikan tinggi dengan institusi masyarakat berbasis pesantren. Sinergi ini tidak hanya memperluas jangkauan pendidikan nonformal, tetapi juga meneguhkan peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan sosial dan pengembangan sumber daya manusia di tingkat lokal.
Turut hadir dalam kesempatan itu Dr. M. Ishaq, M.Pd. dan Mohammad Fendik Setyawan selaku narasumber, serta mahasiswa PLS FIP UM angkatan 2024 dan 2025 yang menjadi peserta kegiatan. Dalam materinya, Dr. Ishaq menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam memperluas dampak pendidikan luar sekolah terhadap masyarakat.
“Tidak ada kemajuan tanpa kerjasama dan tidak ada kemandirian tanpa kebersamaan” ujarnya tegas.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, MoU ini diharapkan menjadi langkah konkret menuju pendidikan yang lebih inklusif, relevan, dan berdaya bagi masyarakat. (grs/cha)
Reporter: Griselda Raissa
Editor: Chandra Djoego