Pesantren Rakyat Pesantren Corner Santri Pesantren Rakyat Belajar Interaktif Lewat Smartboard Bantuan Presiden

Santri Pesantren Rakyat Belajar Interaktif Lewat Smartboard Bantuan Presiden

Santri Pesantren Rakyat Belajar Interaktif Lewat Smartboard Bantuan Presiden

Pesantren Rakyat Online — Pesantren Rakyat Al-Amin mengapresiasi langkah Presiden Republik Indonesia (RI), Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto dalam program pemberian Interactive Flat Panel (IFP) atau smartboard kepada lembaga pendidikan. Hal tersebut merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan dan pemerataan kualitas pembelajaran di seluruh wilayah Indonesia.

Program bantuan IFP yang digagas oleh pemerintah ini bertujuan agar seluruh anak Indonesia dapat mengakses pelajaran yang sama, tanpa terkendala keterbatasan sumber daya guru maupun sarana belajar. Dengan fasilitas ini, sekolah-sekolah dan pesantren yang belum memiliki tenaga pendidik mumpuni dalam bidang tertentu dapat memanfaatkan teknologi untuk memperkaya pembelajaran.

Presiden Prabowo dalam arahannya menyampaikan bahwa pemerataan akses pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah. “Semua anak-anak kita akan mendapatkan akses kepada pengetahuan terbaik, terkini, dengan animasi dan dukungan yang terbaik,” tegasnya.

Pengasuh Pesantren Rakyat, Dr (c). KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi atas bantuan tersebut. Menurutnya, kehadiran IFP tidak hanya memudahkan proses mengajar, tetapi juga membuat suasana belajar menjadi lebih menarik, kreatif, dan interaktif.

Adanya smartboard yang dimiliki oleh Pesantren Rakyat, santri dapat mengenal teknologi pembelajaran modern sekaligus memperdalam kajian kitab kuning dengan metode yang lebih kontekstual dan visual. “Ini bisa menjadi sarana untuk membedah kitab secara interaktif”, kata KH. Abdullah SAM.

Baca juga: Tiga Tanda Munafik: Saat Kejujuran Hilang dan Kepercayaan yang Dikhianati

“Terima kasih Bapak Presiden atas perhatian yang luar biasa kepada Pesantren Rakyat”, ungkapnya.

Senada dengan kiai, Rizki Anis Sholikhah, M.Pd., selaku Kepala Sekolah Dasar Islam Integratif (SDII) Pesantren Rakyat juga menyampaikan rasa syukur dengan adanya IFP sehingga memudahkan para guru mengajar dengan berbagai metode yang belum ada sebelumnya.

“Kita sangat bersyukur bisa mendapatkan fasilitas media pembelajaran interaktif berupa IFP atau smartboard. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, tentu sangat banyak manfaatnya bagi guru dan murid. Harapan kami, fasilitas ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia secara menyeluruh”, harap Anis.

Seperti dilansir dari kanal Sekretariat Presiden yang dinukil oleh liputan6.com, pemerintah berencana menambah jumlah IFP secara bertahap, yakni tiga layar tambahan pada tahun 2026 dan dua lagi pada tahun 2027. Jika berjalan sesuai rencana, setiap sekolah akan memiliki enam layar interaktif pada 2027 mendatang. Sebagai informasi, Pesantren Rakyat melalui lembaga di bawahnya, PAUD, SDII dan SMPII telah menerima sebanyak tiga IFP.

Selain bantuan IFP, Presiden Prabowo juga berencana membagikan buku gratis kepada anak-anak Indonesia. Ia menuturkan keprihatinannya setelah melihat langsung siswa yang menulis dengan huruf sangat kecil demi menghemat buku. Presiden juga memberikan arahan agar pelajaran menulis halus dihidupkan kembali, dengan catatan agar tulisan dibuat besar dan jelas agar anak-anak tidak cepat mengalami gangguan penglihatan.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif, modern, dan berkeadilan. Dengan dukungan teknologi seperti IFP, diharapkan pembelajaran di sekolah-sekolah dan pesantren rakyat semakin inovatif, mendalam, serta mampu menyiapkan generasi Indonesia yang cerdas dan berkarakter. (grs/cha)

Reporter: Griselda Raissa
Editor: Chandra Djoego

0 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.