
Pesantren Rakyat Online — Koperasi Jasa Pondok Pesantren Rakyat Al-Amin resmi melantik kepengurusan baru dalam rangkaian pertemuan anggota bulanan yang digelar di Auditorium Masjid Baitul Ihsan, Rabu (22/4/2026). Momentum ini menjadi langkah awal revitalisasi koperasi sebagai penggerak kemandirian ekonomi pesantren.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Koperasi Jasa Pondok Pesantren Rakyat Al-Amin tersebut dihadiri Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin, Dr (c). KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd., dan Nyai Silfia Heni, M.Pd., Ketua Yayasan Hariadi Catur Pamungkas, serta perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, Dra. Ayus Faizah selaku Kepala Bidang Kelembagaan.
Selain pelantikan, kegiatan ini juga diisi penyuluhan koperasi guna meningkatkan pemahaman anggota terhadap pengelolaan dan peran strategis koperasi dalam menopang ekonomi lembaga.
Ketua Koperasi Jasa Pondok Pesantren Rakyat Al-Amin, Firza Syaiba Asnha, menegaskan bahwa koperasi harus menjadi pilar kesejahteraan bersama.
“Koperasi ini adalah mesin kesejahteraan dan sarana mencapai kemandirian ekonomi. Kami mengundang seluruh elemen untuk menjadi anggota yang aktif”, ujarnya.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris Yayasan Ghofur Yajalali, M.Pd., dan dilanjutkan pengambilan sumpah yang dipandu langsung oleh pengasuh pesantren.
Baca juga: KH Abdullah SAM: Lembaga Kuat Dimulai dari Tertib Administrasi

Dalam arahannya, KH Abdullah SAM menekankan pentingnya transformasi pola pikir pengurus agar mampu membawa koperasi berkembang secara profesional dan berdaya saing.
“Pengurus yang dilantik harus mendekonstruksi pemikirannya dan mengonstruksi ulang, bagaimana koperasi ini bisa menjadi percontohan, minimal di Malang Raya”, tegasnya.
Pengasuh yang memiliki beragam unit usaha ini juga memasang target progresif sebagai bentuk keseriusan pengelolaan koperasi.
“Jika dalam dua sampai tiga tahun koperasi tidak bisa mencapai satu miliar dan belum memiliki mobil operasional, maka ketua koperasi harus siap mundur”, pintanya.
Lebih jauh, KH Abdullah SAM berharap koperasi ini dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi berbasis syariah yang kuat. “Saya berharap ke depan kita bisa memiliki bank yang sangat syariah dan mampu membantu masyarakat luas”, imbuhnya.
Kegiatan ini menjadi penegasan komitmen Pesantren Rakyat Al-Amin dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas. Dengan dukungan seluruh anggota dan pengelolaan yang profesional, koperasi diharapkan mampu tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi pesantren yang berdampak bagi masyarakat.
“Semoga koperasi ini bisa menjadi yang terbesar di Indonesia dan mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara,” pungkas kiai. (cha)
Reporter: Chandra Djoego