Pesantren Rakyat Inspirasi Setelah Kelas 3 Mau ke Mana? Prof. Mufidah Ch Motivasi Santri Pesantren Rakyat

Setelah Kelas 3 Mau ke Mana? Prof. Mufidah Ch Motivasi Santri Pesantren Rakyat

Setelah Kelas 3 Mau ke Mana, Prof. Mufidah Ch Motivasi Santri Pesantren Rakyat

Pesantren Rakyat Online – Santri kelas 3 Sekolah Menengah Pertama Islam Integratif (SMPII) Pesantren Rakyat Al-Amin beserta sejumlah pengurus mendapat motivasi pendidikan dari guru besar Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Prof. Dr. Hj. Mufidah Ch., M.Ag., Kamis sore (06/11/2025). Bertempat di Ndalem Pengasuh, motivasi yang disampaikan oleh Ketua Senat UIN Maliki Malang dan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur itu menyulut kembali semangat santri dalam menimba ilmu di Pesantren Rakyat.

Prof. Mufidah begitu sapaan akrabnya adalah tokoh perempuan yang dikenal luas di dunia akademik sebagai tokoh gerakan, pemberdayaan, aktivis gender, pengasuh pesantren dan menjadi salah satu penasehat serta pendamping Pesanten Rakyat sejak awal berdiri. Kedatangannya bukan sekedar silaturahmi, ia menyampaikan akan pentingnya menumbuhkan cita-cita dan mengenali potensi diri sejak dini kepada para santri.

KUNCI MEWUJUDKAN CITA-CITA

Didampingi oleh, Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin, Dr (c). KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd., dan Nyai Silfia Heni Abdullah, M.Pd., Prof. Mufidah membuka pembicaraan dengan cerita personal yang lembut namun menggugah. Ia mengenang masa ketika anaknya yang Bernama Nafis, masih di bangku SMP, diminta menulis sepuluh cita-cita hidup.

“Saat itu ia menulis cita-citanya dari ingin jadi wisudawan terbaik, kuliah di UGM, sekolah ke luar negeri, hingga berhaji bersama orang tua. Hampir semuanya terwujud, kecuali satu yaitu berangkat haji bersama abah dan umik”, kisahnya.

Baca juga: Santri Pesantren Rakyat Menembus Batas, Ikuti Studi Lintas Iman IPTh

Bagi Prof. Mufidah, kunci untuk mewujudkan cita-cita bukanlah sekadar kecerdasan akademik, melainkan disiplin ibadah dan kemurnian niat. Ia menekankan bahwa kesuksesan anaknya dan siapa pun berasal dari kebiasaan kecil yang istikamah shalat tepat waktu, menjaga kebersihan diri, berpuasa Senin Kamis, dan mengisi waktu dengan belajar.

“Semua dimulai tidak dengan kelebihan tetapi dengan keterbatasan fasilitas pun akan terkalahkan dengan keinginan yang kuat. Punya keyakinan bahwa saya bisa, punya keyakinan bahwa Allah akan memberikan pertolongan kepada yang bersungguh-sungguh”, ungkap Prof. Mufidah.

PENDIDIKAN BERKELANJUTAN DAN KADERISASI

Lebih lagi, dalam motivasinya, guru besar yang ikut mengkader KH. Abdullah SAM sejak bangku Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Malang itu mengatakan bahwa Pesantren Rakyat memiliki keunikan tersendiri dalam proses pendidikannya. Menurutnya, di sini tak hanya sekedat pelaksanaan kurikulum formal saja, melainkan pembelajaran, kaderisasi, pembentukan karakter dan kepemimpinan.

Prof. Mufidah menghimbau santri dalam pendidikan kedepannya untuk tetap dengan model pendidikan yang berkelanjutan, dibimbing oleh kiai yang sama, dengan kaderisasi. Ia menuturkan, di Pesantren Rakyat santri mendapatkan kaderisasi yang luar biasa, karena disini ada yang tekun dibidang A, dibidang B, disini yang santrinya tidak banyak tapi mendapat perhatian yang lebih detail dari kiainya.

“Di sini, kiai tahu betul siapa santri yang ahli musik, siapa yang piawai organisasi, siapa yang kuat di kitab kuning. Itu menunjukkan perhatian yang sangat detail. Jadi kalian disini harus bersyukur karena disini bertemu dengan kiai dan bu nyai yang sampai berfikir global”, ujanya.

Bagi Mufidah, pendidikan di Pesantren Rakyat adalah bukan sekadar transfer knowledge atau transmisi ilmu. Ia menyebut pesantren ini sebagai tempat lahirnya santri yang berpikir global tapi tidak lupa sarung dan tonggo (tetangga).

“Kadang-kadang ada yang sudah berpikir global tapi lali karo tonggo, lali sarung, lali adate, lali darimana kita, dan lupa bahwa sebenarnya kita punya nilai-nilai luhur yang tetap diuri-uri atau tetap dijaga dengan baik”, kata Ibu empat anak ini.

SETELAH KELAS 3 MAU KEMANA?

Puncak motivasi terjadi saat Prof. Mufidah mengingatkan tentang fase penting setelah santri kelas tiga lulus. Ia bertanya, “Setelah kelas tiga, kalian mau ke mana?” Sebuah pertanyaan sederhana namun cukup menggelitik santri yang ikut dalam pertemuan itu.

Baginya, melanjutkan pendidikan di Pesantren Rakyat adalah bagian dari kesinambungan kaderisasi. “Kalau kalian pindah, belum tentu di tempat baru ada perhatian sedetail ini. Di sini, setiap potensi diakui dan dikembangkan”, pesannya.

Baca juga: KH. Abdullah SAM Apresiasi Pemkab Malang atas Dukungan Hibah untuk Pesantren Rakyat

Ia bahkan menuturkan bahwa cucunya sendiri yang bernanma Azhad kini menjadi santri kelas 1 SMPII Pesantren Rakyat Al-Amin. “Kalau saya taruh di rumah, pengkaderannya tidak akan jalan karena pengurusnya adalah bapaknya sendiri. Di sini, pengurusnya orang lain, ada sistem yang membentuk mental, karakter, dan kepemimpinan”, ungkapnya penuh keyakinan.

“Di Pesantren Rakyat itu plusnya adalah pengkaderan”, imbuh Mufidah singkat.

TEMUKAN PASSION-MU SEJAK DINI

Di akhir nasihatnya, Prof. Mufidah menegaskan pentingnya menemukan passion sejak dini. “Jangan tunggu nanti. Sejak SMP kalian harus tahu jati diri kalian, aku bisa apa, aku belum bisa apa, dan aku harus belajar kepada siapa”, ucapnya.

Kemudian, ibu idelogis KH. Abdullah SAM itu mengungkapkan pengalamannya saat menanyakan hal serupa kepada mahasiswanya. “Bahkan seusia mereka itu belum mengetahui passion-nya apa, karena memang tidak pernah diajari”, jelasnya.

Pada akhirnya, Prof. Mufidah mendorong para santri untuk terbuka pada potensi diri dan berani menyampaikan keinginannya kepada kiai atau bu nyai. “Mereka tidak akan diam. Mereka akan bantu kalian mewujudkan cita-cita”, pesannya.

Sebagai hasil dari motivasi yang diberikan oleh Prof. Mufidah, santri yang mengikuti kegiatan ini diberikan tugas untuk menuliskan cita-citanya. Hal tersebut merupakan bagian integral dari konseling yang dilakukan oleh Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin pada pertemuan sehari sebelumnya, Rabu petang (05/11/2025). (cha)

Penulis: Chandra Djoego

5 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.