
Pesantren Rakyat Online — Yayasan Pesantren Rakyat Al-Amin terus memperkuat budaya disiplin dan evaluasi melalui briefing harian yang digelar di Ndalem Pengasuh, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang koordinasi strategis untuk memastikan program lembaga berjalan terarah sekaligus menjawab kebutuhan operasional harian.
Briefing pagi ini (Kamis, red) dipimpin oleh Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin Dr (c). KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd. Dalam arahannya, pengasuh menyampaikan refleksi mendalam melalui analogi alam tentang proses pertumbuhan. Beliau mencontohkan pohon jati yang tumbuh lama namun kokoh, dibandingkan pohon sengon yang cepat tumbuh tetapi memiliki daya tahan terbatas.
“Kita mau pilih yang mana, menjadi sengon yang cepat tumbuh atau jati yang kuat? Harapan saya, Pesantren Rakyat ini seperti sengon yang dinikahkan dengan jati, tumbuh cepat sekaligus kuat”, inginnya.
Menurut kiai yang juga Ketua PC ISNU Kabupaten Malang ini, membangun lembaga pendidikan tidak bisa instan. Semua yang besar selalu berawal dari kecil dan membutuhkan proses panjang. KH. Adullah SAM mengajak seluruh pengurus untuk memiliki visi besar sekaligus kesabaran dalam berproses.
Kiai yang dijuluki kiai rakyat itu juga menggambarkan cita-cita besar Pesantren Rakyat dengan analogi negara-negara maju. Beliau menyebut pesantren harus memiliki semangat persaudaraan seperti China, ketangguhan seperti Singapura, kedalaman pemikiran seperti Jerman, serta orientasi spiritual yang kuat seperti Ka’bah sebagai pusat tujuan, yaitu Allah.
Baca juga: Pesantren Rakyat Perkuat Tata Kelola, Ini Arahan KH Abdullah SAM
“Semua itu mungkin terlihat mustahil, tetapi pasti bisa jika kita mau mewujudkan bersama”, tegasnya.
Lebih lanjut, KH Abdullah SAM menekankan pentingnya budaya literasi dan pengembangan diri berkelanjutan. Menurutnya, tidak ada hari tanpa belajar bagi manusia yang ingin berkembang.
“Banyak membaca, tiada hari tanpa upgrading. Kalau satu hari kita tidak berkembang, maka kita bukan manusia”, ujarnya.
Lagi, Abdullah juga mengingatkan agar para pendidik mampu mendorong generasi yang lebih baik. “Jangan sampai anak-anak kita sama seperti kita, mereka harus lebih dari kita”, pesannya.
Selain itu, kedisiplinan kembali ditekankan sebagai fondasi utama dalam membangun generasi yang unggul. “Kedisiplinan adalah kunci mencetak generasi intelektual dan akhlakul karimah”, imbuhnya.
Briefing harian ini tidak hanya menjadi forum penyampaian arahan, tetapi juga sarana evaluasi program dan inventarisasi kebutuhan lembaga. Seusai kegiatan, seluruh kepala lembaga dan kepala unit langsung menjalankan program harian masing-masing sesuai hasil koordinasi.
Melalui briefing rutin ini, Pesantren Rakyat Al-Amin berupaya menjaga ritme kerja yang konsisten, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan serta penguatan karakter santri. (cha)
Reporter: Chandra Djoego