
Pesantren Rakyat Online – Ketua Yayasan Pesantren Rakyat Al-Amin, Hariadi Catur Pamungkas mengingatkan para santri agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan ujian. Pesan itu disampaikan saat menjadi pembina Upacara Bendera Senin di Lapangan Pesantren Rakyat Al-Amin, Senin (11/5/2026).
Upacara yang diselenggarakan Yayasan Pesantren Rakyat Al-Amin tersebut diikuti seluruh dewan guru dan santri dari jenjang SDII, SMPII, hingga MA Pengusaha. Petugas upacara berasal dari santri SMP Islam Integratif (SMPII) Pesantren Rakyat Al-Amin.
Dalam amanatnya, Hariadi berpesan kepada santri kelas akhir agar tetap berada dalam proses belajar meskipun ujian telah selesai. Menurutnya, tugas santri tidak hanya menyelesaikan ujian formal, tetapi juga menuntaskan proses belajar dan mengaji.
“Bagi anak yang sudah kelas akhir atau kelas 3, jangan pulang dulu setelah ujian selesai. Jangan mengikuti tradisi yang tidak baik. Tugas kalian adalah belajar. Sudah tuntas ujian, tapi untuk ngajinya belum selesai”, tegasnya.
Hariadi juga mendorong santri yang akan naik kelas agar meningkatkan kesungguhan dalam belajar. Hariadi menilai, keaktifan santri di kelas menjadi bagian penting dari proses pembentukan pengetahuan dan karakter.
Baca juga: Siswa Kelas 6 SDII Pesantren Rakyat Ikuti PSAJ di Lab Komputer
“Sebagai guru saya senang jika kalian aktif di kelas. Tidak bisa langsung tanya, belajar tidak selalu dari buku. Bisa tanya teman, diskusi bersama, di luar kelas, banyak sekali media yang bisa digunakan, AI, YouTube, dan lain sebagainya”, katanya.
Menurut Hariadi, perkembangan media belajar semestinya membuat santri semakin terbuka dalam mencari ilmu. Karena itu, tidak ada alasan bagi santri untuk berhenti meningkatkan kemampuan diri.
“Tidak ada alasan untuk tidak meningkatkan belajar kita. Masyarakat mengharapkan ilmu kita. Untuk itu, jika dibutuhkan masyarakat, kita harus hadir”, tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan yang menjadi pembina upacara pagi ini (Senin, red) juga mengapresiasi para petugas yang telah menjalankan tugas dengan baik. Upacara tersebut menjadi bagian dari pembiasaan untuk menumbuhkan nasionalisme, kedisiplinan, dan kerapian santri. (cha)
Reporter: Chandra Djoego