PESANTREN RAKYAT TIDAK HANYA NGAJI, TETAPI JUGA TEMPAT REHABILITASI

0
61

DSCF2451 DSCF3167 DSCF3175 10001195_555818494533102_449566563_o

 

Pesantren Rakyat Al-Amin Sumberpucung merupakan embrio atau bibit kawit Pesantren Rakyat Seluruh Indonesia. Menjadi rujukan nasional baik strategi, kurikulum, model, konsep atau cara-cara pendekatanya.

Pesantren Rakyat Al Amin tidak hanya konsentrasi pada materi-materi agama salafiyah saja,  selain sudah mempraktikan capaian MDGs (Millennium Development Goals), seperti konsentrasi mambantu menanggulangi kemiskinan, pendidikan murah, pemahaman gender, kesehatan, menjaga lingkungan hidup dan mengembangkan kemitraan global. Pesantren yang didirikan oleh Ust. Abdullah Sam, S.Psi ini juga di tunjuk oleh BNN Pusat melalui BNN Kabupaten untuk menjadi salah satu Pesantren yang menerima rehabilitasi mental korban NARKOBA.

Sudah berjalan 3 tahun kerjasama dengan BNN Kabupaten Malang. Beberapa klien korban NARKOBA dari berbagai kota baik dari Malang sendiri atau dari Propinsi lain yang telah di kirim ke Pesantren Rakyat Al Amin oleh BNN Kabupaten Malang dengan berbagai pendekatan yang di lakukan oleh Pesantren Rakyat Al Amin tidak pakai lama banyak yang sembuh.

Kepala BNN Kabupaten Malang, AKBP Basuki Efendi, beberapa kali berkunjung langsung ke Pesantren Rakyat Sumberpucung. Dan kerjasama ini tidak hanya khusus di pesantren, tetapi Ust. Abdullah Sam yang juga sarjana Psikologi ini sering di ajak penyuluhan sebagaipemateri FGD, Training Motivasi, Kepemimpinan keliling ke berbagai lembaga sekolah misalnya SMK Brantas Sumberpucung, SMK Cendekia Kepanjen, SMP Negeri Wonosari, instansi pemerintah dan sebagainya.

Model terapi yang dilakukan Pesantren Rakyat Al Amin menggabungkan ilmu Psikologi Persuasif, Konseling, ramuan tradisional dan tidak lupa penguatan mental spiritual melalui kegiatan ngaji dan doa. Sehingga klien sering kali merasa tidak ada perlakuan yang khusus di Pesantren Rakyat sini.

Klien terjauh yang pernah di kirim oleh BNN Kabupaten Malang ke Pesantren Rakyat adalah dari Bogor, ada juga dari Kota Surabaya dan Kabupaten sekitar. Pesantren Rakyat lebih focus model rawat jalan, karena tempat di pesantren ini belum memadai jika di tempati klien lebih dari 30 orang. Jumlah Klien Rawat Jalan sampai Desember 2015 yang resmi dari BNN Kabupaten Malang Mencapai 190 Orang

Untuk saat ini yang di rekomendasikan BNN Kabupaten Malang kepada Pesantren Rakyat untuk dilakukan rawat jalan tidak kurang dari 40 klien, terdiri dari laki-laki dan perempuan, ada juga usia pelajar, mahasiswa hingga orang tua yang berasal dari Malang Raya.

Pesantren Rakyat yang juga juara 1 nasional dalam Pemberdayaan Masyarakat (Posdaya) januari silam, dalam melakukan penyembuhan dan pemulihan mental klien korban NARKOBA juga di lakukan bersama team dan dengan berbagai pendekatan, misalnya di pesantren rakyat ini sudah memiliki alat music lengkap, mulai alat music Islami, Gamelan, dan Alat Musik Moderen seperti gitar, keyboard serta drum. Belum lagi setingan tempat yang di buat wajar, banyak permainan dan banyak kegiatan, menjadikan klien dengan mudah mendapat pengalihan pikiran. Setelah di alihkan dan di sibukan dengan kegiatan-kegiatan olahraga dan sebagainya, maka klien merasa diterima dan muncul kepercayaan diri, menurut Ust. Abdullah Sam, Hal ini menjadi modal terpenting dalam proses penyembuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.