Kyai Rakyat Ngaji Santri Milenial di Masjid Besar Gondanglegi

0
249
Pesantren Rakyat

Pesantren Rakyat Al-Amin – Dalam rangkaian acara Gebyar Hari Santri Nasional, Pengurus MWC NU Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang, mengadakan beberapa kegiatan, di antaranya adalah acara, “Ngaji Bareng Santri Milenial” dengan tema “Bersama Santri Damailah Negeri”, Sabtu (20/10/2018).

Kegiatan Ngaji Bareng ini dimulai setelah sholat asar berjamaah, kemudian jamaah naik ke aula masjid lantai dua. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathon. Kemudian, sambutan-sambutan singkat dan langsung acara inti langsung dipimpin Kyai Sableng Abdullah Sam Penggagas Pesantren Rakyat, sekaligus Ketua Cabang ISNU Kabupaten Malang.

Walau dalam rangkaian kegiatan MWC, tetapi yang bertanggung melaksanakan adalah dari PAC IPNU DAN IPPNU Gondanglegi. Selain dihadiri Ketua MWC, juga di hadiri Sekretaris Cabang IPNU Kabupaten Malang rekan Hasanuddin, SH.

Dari ratusan jamaah yang hadir, selain dari unsur NU, Fatayat, Ansor, PMII, yang terbanyak adalah dari utusan Pondok Pesantren. Peserta sangat antusias mengikuti acara Ngaji tapi dengan kemasan semi seminar. Selain memang cara pembawaan materi dari KH. Abdullah SAM sangat renyah, kaya isi, kaya joki dan hal-hal baru yang sangat penting untuk diketahui kader-kader NU ke depan.

Baca juga: Persami Selapanan Sabtu Pahing Keluarga Besar Pesantren Rakyat Al-Amin

Kyai Sableng yang sekaligus Sekretaris Pusat Studi Jawa dan Kearifan Lokal di Unira Malang ini, menyampaikan apa itu “Santri”, mulai dari kata India, Inggris, Sansekerta, Jawa Hingga makna Santri dari huruf Arab sin, nun, ta’, ro dan ya. Kemudian, dihubungkan dengan bagaimana santri yang ikut melahirkan dan menjaga Bangsa dan Negara Indonesia dari berbagai ancaman, hingga berbicara tantangan ke depan.

Ketua ISNU Kabupaten Malang yang juga masuk Pengurus ISNU Jatim ini, dengan gaya slengeannya juga menyanyikan lagu karangannya yang berjudul Sholawat PBNU yang pernah dinyanyikan di kantor PBNU disaksikan oleh beberapa teman aktifis seangkatan beliau Didik Suyuti, Khusen Yusuf dll.

Mabincab PC PMII Kota Malang ini dengan penuh semangat juga menyampaikan bahwa, bagaimana santri selain menjaga keutuhan bangsa dan Negara, harus mempersiapkan diri membuka Pesantren di Amerika, Cina, Eropa, Jepang, Australia, diawali dengan dakwah di negara anggota MEA terlebih dahulu.

Santri harus menguasai banyak bahasa asing, dengan harapan kalau Walisongo dulu menerjemahkan bahasa Arab Al-Qur’an, Hadits, Kitab ke bahasa Jawa dan sebagainya, bagaimana Santri NU khususnya bisa menerjemahkan kitab kuning, khususnya yang dikarang ulama-ulama Indonesia ke bahasa-bahasa seluruh dunia, sehingga semua pemeluk Islam di negara-negara lain akan NU pada waktunya nanti.

Wakil Ketua Pesantren Center di IAI Al- Qolam ini, juga mengingatkan dengan keras, santri harus menguasai IT, karena IT merupakan kebutuhan pokok di kehidupan melenial ini.

Di masa-masa akan datang dan sekarang sudah sangat banyak berdagang tanpa toko, berdakwah tanpa membangun Pesantren, cukup melalui internet. Cak Ulil Absor Abdallah bisa ngaji Ihya’ dengan ratusan ribu jamaah hanya dengan satu HP yang terkoneksi Internet di depannya, bisnis online dsb. (KH. Abdullah SAM)

Santri milenial wajib menguasai teknologi. di Dubai sudah ada taksi Jet, Taksi Heli, maka tidak lama lagi akan bergeser ke Indonesia, belum lagi kita akan kedatangan Revolusi Industri 4.0. (sam/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.