Pesantren Rakyat Uncategorized PENDETA, SANTRI, PETANI, TUKANG BECAK IKUT UPACARA DI PESANTREN RAKYAT

PENDETA, SANTRI, PETANI, TUKANG BECAK IKUT UPACARA DI PESANTREN RAKYAT

14054491_1049488135166133_8854907334236147034_o

13963026_1049488018499478_7246152530997339511_o

Pendeta Gereja Kristen Jawi Wetan Sumberpucung Datang dengan Jemaat mengikuti upacara bendera di Pesantren Rakyat Rabu, 17 Agustus 2016, sampai selesai. Peserta yang lain berasal dari Bakul Cilok, Tukang Becak, Petani, Pedagang, Anak PAUD, Fatayat, Peserta PKH, Jamaah Tahlil, Ansor, Mahasiswa, sampai Kepala Desa Pun ijin kepada pak Camat untuk ikut upacara di Pesantren Rakyat AL Amin Sumberpucung Kabupaten Malang.

Dalam upacara ala rakyat ini yang bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Kyai Abdullah Sam Penggagas Pesantren Rakyat se Indonesia. yang bertindang sebagai Pemimpin Upacara dari Banbinsa P. Nur Salim, adapun yang bertindak sebagai Perwira Upacara adalah P. Didit dari Bomaspol desa Sumberpucung.

Pakaian peserta upacara tidak ada yang di seting, di tata atau di rencana. Semua peserta di bebaskan sesuai kesukaan masing-masing dan bahkan banyak yang memakai pakaian yang di pakai pagi itu. yang tukang yang pakai pakaian tukang, yang petani ya membawa cangkul, yang ibu-ibu membawa anaknya, dan terdapat 3 anak kecil yang namgis saat upacara berlangsung dan upacara tetap hikmat.

Bahkan upacara ini juga di ikuti juga Mahmoud dan Muhammad asal Somalia Afrika, mahasiswa UIN Malang yang lagi pengabdian di Pesantren Rakyat.

Upacara berjalan lancar, baik tim Kur nya, pengibar bendera, pembawa acara, sampai tata upacara yang lain. selain lagi Indonesia Raya, dan lagu Nasional lainya di tambah di nyanyikan juga lagu Yalal Waton karangan KH. Wahab Hasbullah.

Lebih dari 500 orang berjajar baik beragam dan terlihat sakral seperti Proklamasi betulan. kemudian terlihat sangat skral ketika di bacakan Proklamasi oleh Inspektur Upacara yang di awali dengan sirine megaphone. kemudian di bacakan Panca Sila dan di ikuti semua peserta upacara.

Beberapa Pers juga hadir di antaranya, Gajayana TV, Trnas TV, ATV, Malang Voice, Inpirasi Pendidikan, Pesantren Rakyat Online dan Radar Malang dari Pimrednya Minta Kiriman Foto untuk di email akan di buat bahan berita. tapi dua hari sebelumnya Acara Upacara bendera ini sudah di tulis oleh Prof. Imam Suprayogo di dalam Webnya, saat beliau berkunjung ke Pesantren Rakyat dan melihat masyarakat dan santri lagi latihan upacara bendera dan beliau bertanya kepada Pengasuh Pesantren Rakyat.

Suasana terlihat menggelegar dan banyak yang terisak nangis ketika saat mendengarkan amanat Inspektur upacara. dimana Inspektur Upacara kyai Sableng Abdullah SAM memaparkan dan menggambarkan kesengsaraan bangsa Indonesia sebelum merdeka, di tindas, di jajah, di paksa, tidak berdaulat atas tanahnya sendiri dan pengorbanan para pahlawan yang telah mengalirkan darahnya sendiri. Semua rakyat kemudian bergerak bersatu, dengan semangat Nasionalis yang di kobarkan para ulama, tokoh agama lain, kepala suku, mantan-mantan putra raja dan di motori oleh Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir dsb, sehingga dengan rahmat Allah Kita bisa merdeka.

Pengasuh Pesantren Rakyat Juga mengingatkan, agar kita selalu bergandengan tangan, menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga Bineka Tunggal Ika, Pancasila dan NKRI. dalam pidatonya juga mengingatkan kita agar ingat tiga musuh kita yang berada di depan, belakang, samping kanan kiri rumah kita yaitu: 1. Kemiskinan (miskin ilmu, miskin harta, miskin imam), 2. Kebidohan dan 3. Ketidakberdayaan (berapa banyak pejabat dan pemimpin bangsa ini yang tidak kuasa menorehkan tanda tangan untuk kepentingan rakyatnya, bahkan sangat enteng bertandatangan untuk bebijakan-kebijakan yang akan menghancurkan bangsa dan negara kita).

dan yang luar biasa dalam upacara ini, setelah selai semuanya,kemudian semua peserta uapacara di beri makan semuanya oleh masyarakat setempat dengan sayur seadanya, seperti jangan tewel, jangan kates, jangan sob, kulup-kulupan dsb. dan terasa akrab dan bersatu antar tokoh agama, dan semua lapisan masyarakat yang duduk-duduk di mana saja mereka mau. harapanya ini akan menjadi agenda rutinan dan semoga bisa menular ke semua pelosok negeri. agar jiwa Nasionalisme bangkit dan menguat kemablai. abd

13908902_1049487801832833_4130325091501420791_o (1)

14066345_1049488071832806_8211220794175123606_o

2 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.