Pesantren Rakyat Pengasuh UNISMA Ngaji Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Kiai Abdullah SAM

UNISMA Ngaji Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Kiai Abdullah SAM

Kiai Abdullah Ngaji Maulid Nabi Muhammad di UNISMA

Pesantren Rakyat Online – Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Masjid Ainul Yaqin, Kamis (11/11/2021). Kiai Abdullah SAM, Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin menjadi pembicara dalam acara tersebut.

Digelar seusai sholat zuhur berjamaah, segenap pimpinan yayasan dan universitas mulai dari Dewan Pembina Yayasan, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, Rektor Unisma, Prof. Dr. KH. Maskuri, M.Si., wakil-wakil rektor, dekan, staf, karyawan dan mahasiswa turut hadir dalam peringatan tersebut.

Pada kesempatan siang ini (red), UNISMA mengusung tema Mencintai Rasulullah saw dengan Memperkuat Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyah dan Bashariyah. Prof. Dr. KH. Maskuri, M.Si. Rektor Unisma berharap bahwa momen maulidurrasul bisa digunakan sebagai media pembelajaran untuk meniru rasulullah.

“Rasul hadir di muka bumi untuk memperbaiki akhlak, menyempurnakan akhlak yang tidak tertata dengan baik”, kata beliau.

Selanjutnya, rektor yang pernah bermain terbang semasa mudanya itu melanjutkan pesan singkatnya yaitu dasar tegaknya segala hal mulai dari organisasi, institusi, lembaga pendidikan, ekonomi sosial didasari dengan akhlak.

“Ukhuwah islamiyah, wathoniyah, bashariyah jika dilandasi dengan akhlak maka akan menjadi baik”, tutupnya singkat.

Baca juga: Awal 2022, KH. Isroqunnajah Pengajian Rutin Ahad Wage di Pesantren Rakyat

Kiai Abdullah SAM bersama Rektor UNISMA dan Profesor Imam Suprayogo
Diapit: Dari kiri KH. Badat, Wakil Rektor 3 UNISMA, Prof. Dr. Imam Suprayogo, Pembina Yayasan UNISMA, Kiai Abdullah SAM, Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin & Prof. Dr. KH. Maskuri, M.Si., Rektor UNISMA

Sementara itu, Kiai Abdullah SAM dalam ceramahnya menyampaikan hikmah maulid nabi mulai dari proses kelahiran rasul, menyegarkan makna kesederhanaan beliau hingga hubungan baginda nabi dengan masyarakat nasrani dan yahudi.

“Rasul sejak kecil sudah pergi ke lebih dari 10 negara. Saat itu beliau masih kecil sudah menjadi eksportir dan importir. Disinilah, banyak yang salah memahami konteks kesederhanaan Nabi Muhammad”, tutur Kiai yang saat ini menjadi Ketua PC ISNU Kabupaten Malang.

Kemudian, ada cerita Nabi Muhammad saw yang akan dibunuh oleh orang kafir dan diselamatkan oleh Pendeta Buhaira. “Dari hal ini kita diajarkan bahwa rasulullah tidak ada masalah dengan kaum selain Islam”, tambah Kiai yang populer dengan nama Kiai Sableng itu.

“Islam di sini (jawa) memang jumlahnya banyak dan mayoritas. Oleh karena itu, harus menjaga kristen, katolik, hindu di sini agar umat muslim yang berada di Papua, NTT, Kalbar, Bali juga bisa aman”, pesannya.

Menurut kiai yang pernah nyantri di almaghfurlah KH. Masduqi Mahfud itu mengungkap, kemuliaan rasul telah tertulis dalam berbagai kitab. Beliau juga menyampaikan hikmah dari Kitab Usfuriyyah dan Jauhar Sholawat.

“Kita ini menjadi orang luar biasa karena menjadi umatnya Nabi Muhammad. Di setiap tempat dan waktu mari kita baca sholawat”, pesannya.

“Dawuh Kiai Mustofa Bisri, saat ini orang banyak yang hafal qur’an, ahli kitab, tetapi ada yang hilang, yakni kurang percaya pada ghoibnya gusti Allah”, tutup Kiai Abdullah yang di awal ceramahnya menceritakan pernah tabarukan di Mbah Lim Pondok Pesantren Al-Wahdah Lasem pada tahun 2000.

Menurut berbagai cerita, Mbah Lim ini adalah seorang wali kutub. Hal tersebut bersumber dari Nyai Hj. Jamilah, putri Kiai Cholil Baureno istri dari Kiai Hamid Baidhowi. Kiai Hamid Baidhowi sendiri adalah putra dari Kiai Baidhowi bin Abdul Azis, Presiden Tarekat pertama di Indonesia.

“Mbah Lim itu, saat aku (Nyai Jamilah) sowan ke Mbah Hamid Pasuruan, beliau bilang bahwa Mbah Lim adalah seorang wali kutub”, kisah Kiai Abdullah kepada seluruh jamaah yang hadir di Masjid Ainul Yaqin. (cha)

Reporter: Chandra Djoego

0 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.