STAIN Purwokerto Belajar di Posdaya Barokatul Qur’an Yang Telah Berjejaring Dengan Pesantren Rakyat Al-Amin

0
138

Rombongan STAIN Purwokerto akhirnya tiba di Kota Malang pada hari jumat 11/10/13 setelah menempuh 17 jam perjalanan darat. Sebagaimana telah diagendakan sebelumnya, kepada peserta OST (observasi studi tour) diberikan materi tentang konsep dan model pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya Berbasis Masjid yang dilakukan oleh LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pada sesi forum, materi yang disampaikan langsung oleh ketua LP2M UIN Maliki Malang Dr. Hj. Mufidah Ch diikuti oleh seluruh peserta yang berjumlah 50 orang. Pada presentasi dan sharing ini, Mufidah menjelaskan berbagai konsep pemberdayaan masyarakat yang banyak dipergunakan oleh berbagai lembaga diantaranya PAR, PPMBR dan juga konsep pemberdayaan Posdaya berbasis masjid. forum yang dirancang dengan model diskusi bebas ini menjadikan diskusi tidak menjenuhkan dan seluruh peserta mendapatkan informasi yang utuh tentang posdaya berbasis m asjid yang di laksanakan oleh LP2M UIN Maliki Malang.

Sebagai tindak lanjut dari materi yang disampaikan, pada hari sabtu 12/10/13 peserta diajak melihat secara langsung model pemberdayaan masyarakat di kawasan Kec. Sumberpucung yang menjadi model posdaya berbasis masjid secara nasional. Posdaya masjid yang dikunjungi adalah posdaya masjid Barokatul Qur’an yang berada di dusun Pakel Desa Sumberpucung serta Posdaya PESANTREN RAKYAT juga berada di kawasan desa yang sama.

Berada di posdaya berbasis Masjid Barokatul Qur’an, kepada para peserta pengasuh pesantren Barokatul Qur’an Ibu Nyai Lis Sa’adah bercerita bahwa posdaya disini sesungguhnya baru berdiri sejak 3 bulan yang lalu. Bermodal dari informasi serta buku yang diberikan oleh Ust. Abdullah Sam kami belajar dan mensosialisasikan posdaya di masyarakat melalui jama’ah pengajian yang saya asuh, hasilnya luar biasa hingga hari ini sudah ada 8 kelompok wirausaha. Sebenarnya masih banyak yang mendaftarkan diri namun saya takut karena delapan saja ketika satu kelompok mendapatkan 20 juta maka sudah ada 160 juta, trus saya mau nempuhi dari mana kalo ada yang macet? Pungkas bu nyai Lis yang disambut tawa riuh ara peserta OST. Dalam penyampaianya, ketua Posdaya Barokatul Qur’an juga menjelaskan bahwa kepada setiap jama’ah yang ingin menjadi anggota posdaya maka diharuskan memiliki 3 kriteria yakni: wajib ngaji, jujur dan amanah itu saja.

Selain ibu nyai Lis Sa’adah, hadir juga Bp. Nurwahid ketua Posdaya Masjid Fatahillah Kec. Donomulyo yang dikenal dengan produk unggulan kampung jamur. Dalam paparanya, Nurwahid menceritakan bagaimana awal mula berdirinya posdaya fatahillah dengan kampung jamurn sebagai produk unggulan. Pada awalnya banyak pihak dan masyarakat memandang sebelah mata bahkan cenderung mencemooh inisiatif kami ini, saya dan isteri saya merasakan bagaimana ketika kami memungut sampah grajen (limbah sisa gergajian kayu: jawa). Namun semuanya saat ini sudah berbalik 180”, masyarakat sudah banyak berdatangan untuk bergabung dengan kampung jamur. Bahkan masyarakat non muslim sudah ada yang bergabung dengan kami, namun semua harus mengikuti sistem kerja kami.

Dr. Hj. Mufidah Ch sebagai ketua LP2M UIN Maliki Malang pada sesi berikutnya menyampaikan kepada peserta bahwa apa yang terjadi di Barokatul Qur’an dan Masjid Fatahillah ini adalah atas kerja keras dan kerja ikhlas semua pihak. Ada tiga hal penting yang harus dipegangi dalam proses pemberdayaan dan pengabdian masyarakat sebagaimana yang telah saya sampaikan yakni modal sosial, kearifan lokal dan yang tidak kalah penting adalah jejaring. Ketika tiga hal ini telah berjalan, maka kita tinggal melihat prestasi demi prestasi masyarakat dampingan tanpa harus selalu kita yang memberi ide dan masukan” pungkas Mufidah yang disambut teput tangan para peserta OST.

Sebagai tanggapan dan kesan kegiatan di Posdaya Barokatul Qur’an, ketua rombongan STAIN Purwokerto Drs. Muhamad Irsyad mengungkapkan bahwa ini adalah pemberdayaan yang luar biasa bagi kami, sebagai ketua rombongan sekaligus perwakilan kampus kami bertekad akan belajar lebih baik lagi daripada yang telah lalu. Satu hal lagi kami berpesan kepada Ibu Dr. Hj. Mufidah jangan bosen dan jenuh ketika nanti kami sering menghubungi ibu baik melalui telpon maupun email terkait informasi-informasi posdaya berbasis masjid ini, tutup Irsyad yang kemudian disambut aplaus dari para peserta OST. (Sholehudin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.