Sikapi Perkembangan Media dan Informasi, Santri Wajib Ikut Jihad Medsos

0
53
Pesantren Rakyat
Pengurus RMI-NU Kabupaten Malang saat Menjalin Kerjasama dengan PT. Telkom Indonesia

Pesantren Rakyat – Selasa, 31 Januari 2017 Tepat pada ulang Tahun NU yang ke 91,Pengasuh Pesantren Rakyat Kyai Sabelng Abdullah Sam dan RMI NU Kabupaten Malang melakukan audiensi ke salah satu BUMN yang ada di malang yaitu Telkom Wilayah 5 yang berkantor di Selatan Masjid Sabilillah Blimbing.

Dalam pertemuan ini 10 pengurua RMI NU Kabupaten Malang di sambut oleh General Manajernya langsung. Diskusi, sharing gagasan, curah pendapat,tukar informaai di lantai dua ini berjalan kurang lebih sampai empat jam, mulai pukul 11.00 hingga menjelang adzan Sholat Asar.

Pertemuan yang di jembatani Gus Achmad Fauzi (PP. Nurul Hikmah Poncokusumo) langsung di komandani Gus Abu Yazid sebagai ketua Robithoh Ma’ahid Islamiyah Cabang Kabupaten Mang Periode 2017-2022. Barokah Gus Fauzi yang memiliki santri yang menjadi pegawai senior di Telkom P. Susilo Namnya, maka audiensi ini betul-betul berjalan dengan baik. Ikut dalam pertemuan ini juga dari pihak Telkom yaitu P. Murtado Kepala Telkom Kepanjen dan P Wiyatno yang konsentrasi bagian IndiHome.

Di sambutan pertama GM Pimpinan Tertinggi Telkom Malang sudah menyampaikan kesiapanya untuk bekerja sama dengan Paguyuban Pondok Pesantren se Kabupaten Malang, malah beliau mengatakan bahwa banyak sebenarnya program-program Telkom yang harus di sinergikan dengan lembaga-lembaga pendidikan,sosial dan masyarakat luas, karena Telkom ini milik Negara, saham terbesarnya pun juga Negara.

Diskusi yang di moderatori P. Munir ini sangat-sangat serius, Ketua RMI Gus Yazid menyampaikan kedatanganya ke Telkom bahwa berkeinginan menjajaki program-program yang ada di Telkom yang kemudian bagaimana bisa saling sinergi antara ke dua organisasi ini, Gus Yazid dengan Khas Celetukanya “la iya di Malang ini kebanyakan warga NU, berarti pengguna jasa Telkom ini juga warga NU dan Santri,, masa kita tidak bisa mengambil manfaatnya heheheh” dan semua tertawa lebar. Dan jika perlu RMI NU Kabupaten Malang yang membawahi kurang lebih 626 Pondok Pesantren yang tersebar di 33 kecamatan, untuk melakukan MoU dengan Telkom Malang selama 5 tahun ke depan atau seterusnya.

Kemudian ada pemaparan juga dari Kepala Telkom Kepanjen P, Murtado, disusul lagi pemaparan dari P. Wiyatno sebagai komandan pemasangan IndiHome, beliau berdua menerangkan data-data dan program-program yang dapat di sinergikan dengan RMI NU Kab. Malang. Dari keterangan ini 10 pengurus RMI menjadi tahu bahwa pengguna Internet mencapai 45% dari jumlah penduduk, yang aktif di Media Sosial 88 juta orang/30%, bahkan sempat di sampaikan bahwa pengguna situs yang tidak baik mencapai 22 juta/detik. Untuk itu Internet harus di kuasai juga oleh santri, di isi hal-hal yang mendidik dan sesuai dengan ajaran agama.

Bulan maret 2017 ke depan akan di tindak lanjuti setelah Pengurus RMI NU Kabupaten Malang melakukan Rapat Kerja, di antara yang akan di MoU kan setelah di komunikasikan pihak terkait adalah:
1. Tentang bagaimana Pondok Pesantren yang berada di bawah naungan RMI NU dapat mengakses CSR
2. Bagaimana Koperasi Pesantren/ UMKM yang di bina oleh Pondok dan Santri bisa mendapat manfaat
3. Setiap Pesantren Yang Santrinya Aktif di Internet bisa di bukakan (WICO) Wifi.ID.Corner (dengan uang Rp.5000 santri dapat internetan sepuasnya selama 12 jam dan bisa bergantian dengan yang lain)
4. Pemasangan wi-fi di setiap Pesantren dengan harga khusus
5. Melakukan penjangkauan terhadap Pesantren-Pesantren Terpencil agar ada akses Internet

Harapan kita bersama bagaimana santri keluar dari pondok sudah akrab dengan Internet, karena mau tidak mau internet menjadi kebututhan dasar untuk melakukan hampir seluruh hal, tentunya harus ada bimbingan dan arahan bagaimana menjadi pelanggan internet sehat yang terbatasi dengan alat-alat penyaring situs-situs yang tidak baik. Pondok Pesantren benteng moral terakhir bangsa Indonesia harus menjadi garda depan di dunia maya untuk mengawal dan membantah ajaran-ajaran radikal yang membahayakan keutuhan NKRI. Untuk itu santri memiliki kewajiban untuk jihad bil ghoib (melalaui internet), jika perlu bagaimana santri semua wajib membuat materi-materi yang sesuai dengan Islam ASWAJA kemudian di unggah di internet secara berkala.

Di antar pengurus yang ikut dalam audiensi ini di antaranya adalah 1. Gus Yazid (PPAA Darun Najah Karang Ploso), 2. KH Fauzi (PP Nurul Hikmah Poncokusumo) 3. Gus Anas (PP Nurul Falah Dampit), 4. Gus Nur (PP Hidayatul Mubtadi’in Singosari), 5. Gus Said (PP Al Aziz Banjarpatoman Dampit), 6. Gus Syam (PP Shirotul Fuqoha Gondanglegi), 7. Gus Nasih (PP Roudlotul Ulum Gondanglegi), 8. Gus Irfan (PP Darul Karomah Singosari), 9. Gus Badrul (PP. Masya’ul Ulum Gaanjaran Gondanglegi) dan 10 Gus Aab Abdullah Sam Pesantren Rakyat Sumberpucung. Semoga pertemuan yang penuh berkah ini dapat member manfaat seluas-luasnya khususnya Pondon-Pondok Pesantren dan para santri NU yang ada di kabupaten malang. Sumrambahnya ke Pesantren Seluruhnya, Alfatihah. abd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.