Guru Besar UGM, Prof. Koentjoro Soeparno ‘Ngopi’ di Pesantren Rakyat Al-Amin

0
240
Pesantren Rakyat

Pesantren Rakyat Al-Amin – Rabu, (2/8/2017), Pesantren Rakyat Al-Amin didatangi salah satu Guru Besar Universitas Gajah Mada Yogyakarta Prof. Koentjoro Soeparno bersama Dr. Muhammad Mahpur, M.Si. Wakil Dekan Psikologi UIN MALIKI Malang.
Datang dengan naik hitam kemudian disambut oleh Kyai Rakyat Abdullah SAM dilanjut sholat duhur di Mushola Pesantren Rakyat Al Amin.

Seusai sholat kemudian diawali dengan ngobrol-ngobrol kecil, dengan sapaan hangat Kang Dullah, “Profesor Kerso Ngopi Nopo Mboten?”, tanya Kyai Rakyat.

“Saya ini penggemar kopi. Bahkan di rumah saya ada sekitar 20 jenis kopi”, jawab Prof. Koentjoro. Kemudian Kang Dullah yang juga pakar kopi sekaligus punya usaha kopi menyampaikan bahwa dirinya sudah lama usaha kopi. Kemudian, Pengasuh dan Penggagas Pesantren Rakyat Al-Amin itu memberikan beberapa kopi untuk dihadiahkan kepada Guru Besar UGM itu.

Banyak ilmu hal yang diberikan Prof. Koentjoro Soeparno kepada sarasehan ala rakyat di balai rumah penggagas Pesantren Rakyat ini di antaranya adalah ilmu-ilmu dari Ki Ageng Soeryo Mentaram, Kaweruh dari Sunan Kalijogo sampai teori-teori barat modern, konseling, psikoedikasi dan psikoterapi.

Beliau juga menyampaikan jika kita ingin hidup dalam keluarga atau dalam kemasyaratan harus memiliki sikap “Raos Sami, Guyub Rukun dan Gotong Royong”. Ajaran Prof. Koentjoro Soeparno sendiri yaitu konsep SMEPPPA (Senyum, Mendengarkan, Empati, Peka, Peduli, Pandai Memuji dan Memilih Kata Bijak dan Action). Jadi jika ingin sehat jasmani dan rohani dalam lingkungan keluarga, lembaga atau masyarakat kita baik mempraktikan teori beliau ini.

Karena di tembok depan pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin banyak wayang dipasang di atas tempat duduk, tiba-tiba Prof. koentjoro Supomo bertanya kepada Kang Dullah, “wayang-wayang ini apa sudah di maknai Yi?”. “Sudah beberapa Prof.”, jawab Kang Dullah.

“Malah saya sendiri ngambil figure Petruk Prof”, lanjut Kang Dullah. Karena petruk ini menurutnya adalah salah satu wayang yang sederhana, dari negara wel geduwel beh putra Raja Gondoruwo yang gegeran sama Gareng tidak ada yang menang dan kalah kemudian ketemu Ki Semar diangkat sebagai Anak dan Murid.

Sembari menikmati kopi, Profesor Koentjoro terlihat sangat menghargai. Kemudian, cerita dilanjutkan oleh Kang Dullah, “dan Petruk ini dalam pewayangan apapun ketika perang tidak pernah kalah, karena kalau kalah sering sekali minta tolong orang sakti lain termasuk anak asuh dia yang bernama Wingsanggeni anak dari Janoko atau Arjuno”.

Petruk ini pernah hidup di berbagai lapisan masyarakat, jadi rakyat biasa pernah, jadi ratu pernah, naik kayangan marah-marah sama dewa-dewa pernah dan Petruk ini adalah sosok figure orang Zuhud yang suka shodaqoh, suka memberi, suka menolong, suka membela kebenaran dan sangat berani menghadapi siapapapun asalkan dalam posisi benar. Untuk itu disebut “Kantong Bolong Petruk”.

Pekerjaan seberat apapun akan ringan jika dikerjakan dengan senang dan gelem atau mau. Orang sukses bukan hanya karena dia cerdas, akan tetapi dia mau terus belajar, mau bangkit dari jatuh, mau berdiri dari duduk, mau belajar jika tidak bisa, mau ngambil resiko, mau bangkrut dan mencoba lagi untuk terus mencoba, maka mau ini menjadi syarat mutlak jika dalam konsep agama mungkin manjada wajadda. (KH. Abdullah SAM)

Kemudian Prof. Koentjoro menyampaikan, kalau saya ini “Sadewo” karena Sadewo ini orang yang betul betul adil dalam mengambil keputusan, termasuk saya suka Wingsanggeni.

Jadi menurut pemahaman penulis yang ikut nimbrung selama 5 Jam Jagong Maton mulai jam 14.00 sampai jam 19.00 bahwa jika kita ingin sukses dalam mencapai suatu cita-cita harus senang dan kemudian mau.

Kemudian, jalan-jalan ke tempat PAUD, TK, tanah yang akan dibangun SDII Pesantren Rakyat Al Amin, melihat wisata pemancingan, penyewaan perahu cadik, melihat kolah pembibitan ikan, melihat wisata seribu tumbuhan dan kolem renang anak-anak dan Profesor Koentjoro titip saran jadikanlah daerah ini wisata yang hubunganya dengan tumbuhan dan air karena tanahnya subur dan air melimpah. (sam/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.