Pesantren Rakyat Uncategorized PROF. IMAM SUPRAYOGO: TINGKATKAN TOTALITAS DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN ALTERNATIF MELALUI PESANTREN RAKYAT

PROF. IMAM SUPRAYOGO: TINGKATKAN TOTALITAS DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN ALTERNATIF MELALUI PESANTREN RAKYAT

img_2584Pesantren Rakyat (www.pesantrenrakyat.com) – Hari kedua pertemuan nasional Pesantren Rakyat diisi penyampaian materi tentang pendidikan alternatif ala Pesantren Rakyat dan bedah buku Nyantri ala Rakyat oleh Prof. Imam Suprayogo di Auditorium Rumah Singgah UIN Maliki Malang, Sabtu (17/09/2016).

Diawal materi Prof. Imam menyampaikan keresahannya tentang pendidikan yang ada saat ini. Beliau menyampaikan, sekolah hari ini tidak memperbaiki akhlak dan karakter. Berdasar pengalamannya ketika mengunjungi berbagai negara di dunia, akhlak dan karakter tidak bisa dibangun melalui lembaga pendidikan pada umumnya melainkan melalui pesantren.

Selanjutnya, dalam hal ini Prof. Imam Suprayogo menyebut Pesantren Rakyat sebagai solusi pendidikan alternatif untuk menghadapi realitas pendidikan yang semakin hari mengalami kemunduran. Hal demikian membuat salah satu peserta bertanya, apa yang harus dibangun atau model seperti apa yang dikembangkan di Pesantren Rakyat? Apakah harus membangun ekonomi terelebih dahulu? tanya Rudik, salah satu peserta pertemuan dari Singosari kepada Prof. Imam.

Wakil Syuriah NU Jawa Timur kemudian menjawab dengan gambaran pengalaman yang pernah dilakukan oleh Prof. Imam manakala mengajak pelatih jaran kepang untuk mau mendekat ke mushola dan melakukan ibadah. Untuk itu Pesantren Rakyat selayaknya bisa menyantrikan rakyat tidak hanya memperbaiki kualitas jasmani yang bersifat duniawi saja melainkan juga kualitas rohani menuju kehidupan akhirat. Hal demikian juga tidak kalah penting, respon Imam.

Kemudian tokoh yang pernah memimpin UIN Malang selama 16 tahun itu melanjutkan, Pesantren Rakyat bisa bergerak dari manapun. Beliau mencontohkan melalui kultur-budaya seperti yang digambarkan diatas, Pesantren Rakyat yang memakai gaya ala rakyat masuk melalui ruang-ruang budaya dan Pesantren Rakyat adalah kehidupan yang Islami.

Diakhir materi yang diberikan, Prof. Imam Suprayogo memberikan motivasi kepada seluruh pengasuh Pesantren Rakyat yang hadi pada pertemuan, harus total membuat sebuah perubahan yang baru. “Menghabiskan energi” yang berarti totalitas untuk mengembangkan madrasah Pesantren Rakyat, lanjut Imam. Perjuangan jangan setengah-tengah harus all out, terus membuka diri untuk menerima masukan dan saran demi berkembangnya Pesantren Rakyat. Sebagai kalimat penutup Prof. Imam mengumpamakan seperti dibawah.

Untuk apa hidup ini jika tidak meninggalkan sesuatu. Seribu tahun lalu singosari sudah membuat patung kendedes yang dinikmati orang yang hidup seribu tahun sekarang. Oleh karena itu bagaima Pesantren Rakyat ini bisa hidup di masa yang akan datang. Serius membuat Pesantren Rakyat dan bisa mengungguli lembaga pendidikan yang lainnya. (ncp)

2 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.