Pesantren Rakyat Kegiatan PP. TEBUIRENG DAN PESANTREN RAKYAT MENJADI PILOT PROJECT PENGEMBANGAN KURIKULUM PESANTREN ASEAN

PP. TEBUIRENG DAN PESANTREN RAKYAT MENJADI PILOT PROJECT PENGEMBANGAN KURIKULUM PESANTREN ASEAN

12888563_957624294352518_6668330358768220619_o
Khidmat: Rektor UIN Maliki Malang membuka kegiatan lokakarya pengembangan kurikulum pesantren ASEAN

Pesantren Rakyat (www.pesantrenrakyat.com) – Gong MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) telah berbunyi pada awal tahun 2016 dan ini adalah pertanda dimulainya era pasar bebas dan integrasi ekonomi negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Tidak hanya persaingan modal dibidang ekonomi saja, melainkan arus budaya, bebas visa tinggal bagi warga negara asing dan lain sebagainya juga menjadi tantangan bagi setiap negara. Tentunya, hal tersebut akan juga menjadi tantangan bagi lembaga pendidikan di Indonesia, dalam hal ini adalah Pesantren, yang telah berperan besar bagi kemajuan Islam dan bagi bangsa Indonesia. Untuk menyikapi hal tersebut, Dr. Mufidah Ch., M.Ag., selaku Ketua LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) UIN Maliki Malang mengadakan lokakarya ‘Pengembangan Kurikulum Pesantren dalam Rangka MEA’ bertempat di Ruang Sidang Lt. 3 Gedung Rektorat UIN Maliki Malang, (31/03).

Kegiatan yang dibuka oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, M.Si., itu mengangkat tiga isu penting mengenai Budaya dan Gender, SDA dan Kurikulum. Dalam kesempatan ini disebutkan oleh Dr. M. Mahpur, M.Si., ada sekitar 19 peserta dari perwakilan 8 Pondok Pesantren besar di Indonesia seperti Tebuireng, Darul Ulum, Nurul Jadid, Ngalah Udarta, Attaqwa, dll duduk bersama, bermusyarah dan merumuskan berbagai hal terkait kondisi-kondisi yang mungkin dikembangakan di Pondok Pesantren sesuai dengan kebutuhan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pada agenda besar ini LP2M UIN Maliki Malang sebagai fasilitator kegiatan juga melibatkan Pesantren Rakyat untuk ikut andil menyumbangkan ide serta gagasannya.

Lokakarya antar perwakilan Pondok Pesantren ini menghasilkan berbagai hasil termasuk salah satunya adalah dipilihnya Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dan Pesantren Rakyat sebagai pilot project lokakarya ‘Pengembangan Kurikulum Pesantren dalam Rangka MEA’. Dari sini, akan diputuskan juga kerangka-kerangka yang akan dipakai di masing-masing pesantren. Untuk itu, proses ini juga akan dikawal oleh tim peneliti LP2M UIN Maliki Malang dan perwakilan dari Pondok Pesantren itu sendiri. Dalam kalimat penutupnya, Ust. Abdullah SAM, penggagas Pesantren Rakyat menyampaikan, ‘MEA adalah kesempatan untuk memudahkan dakwah Islam rohmatan lilalamin ke 10 negara Asean. (ncp)

1 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.