Pesantren Rakyat Uncategorized PP Barokatul Qur’an dan Pesantren Rakyat Bergandengan Tangan Mencerdaskan dan Memberdayakan Umat

PP Barokatul Qur’an dan Pesantren Rakyat Bergandengan Tangan Mencerdaskan dan Memberdayakan Umat


Jpeg
Tampak saling twadu’ di dalam foto Gus Jazilul Afnan Putra almaghfurllah K.H. Fauzan Asholih dan Bu Nyai Lissa’adah Pakel dengan Penggagas Pendiri Pesantren Rakyat Al Amin.

Walau dua-duanya terbilang Muda dalam usia, namun masing masing sudah menjadi rujukan nasional di bidang Pemberdayaan Masyarakat salam Posdaya Berbasis Masjid.Posdaya BBarokatul Quran Menjadi Juara Nasional 2016 adapun Posdaya Pesantren Rakyat Al Amin menjadi Juara 1 Umum Nasional 2015.

Kerjasamaantara Karikatur Quran dan Pesantren Rakyat terkait banyak program, pertama masalah simpan pinjam di UMKM Jatim, Kedua Masalah Pos daya, Ketiga Urusan Pelatihan-pelatihan, Ke Empat urusan Hafalan Qur’an dan berbagai bidang lain. Santri pesantren Rakyat sejumlah 7 santri menghafal Al Quran sinergi dengan BQ, berangkat jam 17.00 pulang jam 20.00 nderes dan setoran hafalan. Kemudian pulang ke pesantren rakyat mengikuti kegiatan diniyah malam.

Gus Afnan yang masih ber usia 25 tahun sangat piawai mengasuh Pondok, dengan siang mengurusi usahanya, si sela sela waktu ngurusi kuliahnya di UIN Malang jurusan Bahasa Arab. Beliau masih sempat ngurusi kelompok Bantengan, Pencak Silat,Banjari dan mengasuh padepokan Tumpang Sari yang di bahas oleh beliau sendiri.. yaitu perpaduan tempat rapat, tempat jagong marin, tempat belajar, tempat sawit, di bawah ada budi daya ikan lele di sekelilingnya ratusan jenis tanaman. Ini adalah ide mahal. Dimana pesantren tidak lagi hanya bergantung pada donatur sana sini, namun Pesantren susah mampu menghidupi dirinya sendiri, atau boleh disebut pesantren merdeka.

Gus Afnan yang di tinggal Wafat Ayah Handanya 2 tahun yang lalu masih berusia 23 tahun, namun kiprahnya sudah luar biasa. Dan mandiri dalam aspek ekonomi.

Harapan dari dua Tokoh muda dari selatan ini, bagaimana mengajak para santri, jamaah dan penggerak-penggerak agama yang lain agar mengedepankan kerulukan, kerjasama, gotong royong, saling menguatkan antar lembaga, agar terwujud umat yang cerdas,kuwat dan berdaya saing. Jika tidak maka Islam akan di buat olok-olokan oleh anak kecil. Dengan saling sinergi dakwah menjadi ringan dan lebih bermartabat . Hambali

 

1 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.