Pesantren Rakyat Uncategorized Posdaya Kec. Sumberpucung Bersiap Menjadi Percontohan Nasional Dengan Embrio Posdaya Pesantren Rakyat

Posdaya Kec. Sumberpucung Bersiap Menjadi Percontohan Nasional Dengan Embrio Posdaya Pesantren Rakyat

21/09/2013–LPPM UIN Maliki Malang sangat serius dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat melalui posdaya, salah satu bentuk keseriusan tersebut adalah dengan mendirikan posdaya model se Kabupaten Malang di Kecamatan Sumberpucung.

Kegiatan yang di desain dengan konsep lokakarya ini dihadiri oleh seluruh podaya yang ada di Kecamatan Sumberpucung dengan berbagai potensi dan permasalahan yang terdapat pada masing-masing posdaya. Diantara permasalahan yang ada pada posdaya-posdaya tersebut adalah masih belum berjalanya program sesuai dengan target, belum solidnya komunikasi dan komitmen antar pengurus, belum memiliki program unggulan yang dapat dijadikan icon posdaya dan beberapa permasalahan lain. Namun dibalik permasalahan tersebut juga terdapat potensi-potensi dari posdaya masjid yang sudah terbentuk seperti adanya jama’ah rutin untuk pengajian, PAUD, TPQ, Madin, Usaha-usaha ekonomi rumah tangga, olahan produk pertanian dan kerjasama pendanaan diantaranya dengan El-Zawa serta Bank UMKM, beberapa kelompok posdaya ada yang sudah memiliki produk unggulan seperti abon puyuh, jamur tiram dan berbagai potensi ekonomi yang lain. Apalagi di Kec. Sumberpucung telah ada model Posdaya Pesantren Rakyat yang telah menginspirasi masjid lain untuk mengembangkan posdaya.

Sebagai upaya penguatan personal pengurus posdaya dalam melaksanakan program-program kemasyarakatan melalui masjid. LPPM UIN Maliki Malang juga menghadirkan KH. Marzuki Musytamar sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut dengan materi Hukum-hukum Memakmurkan Masjid. Dalam presentasinya Marzuki menyampaikan bahwa yang Allah telah menyandingkan status pengurus masjid itu dengan keimanan seseorang seperti dalam firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 18 “Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut kecuali kepada Allah. Makamudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk”. Ini adalah garansi sekaligus peringatan bagi kaum muslimin untuk selalu memakmurkan masjid sebagai bentuk tanggungjawab orang yang beriman.

Pertanyaanya yang muncul kemudian adalah, apakah boleh memakmurkan masjid dengan menggunakan uang kas masjid? menjawab pertanyaan tersebut Kyai Marzuqi menjelaskan bahwa hal tersebut boleh-boleh saja, kalaupun ada yang ragu ya mungkin makruh lah, ungkap Kyai sambil tersenyum kepada peserta. Agar kita bisa memanfaatkan uang kotak dimasjid untuk kesejahteraan masjid sesuai dengan peraturan fiqh, maka sebaiknya kotak amal masjid itu jangan diberi nama aneh-aneh, cukup dengan menggunakan kotak amal atau kotak kesejahteraan masjid saja. Dengan cara seperti itu, kita bisa dengan leluasa menggunakan dana amal tersebut, asal tujuanya untuk kesejahteraan masjid. Sebagai contoh para kyai dulu termasuk para wali songo itu selalu menyediakan makan di masjid bahkan gamelan saja juga dibawa kemasjid, tujuanya tidak lain adalah agar masyarakat senang ke masjid. setelah target itu tercapai baru hal-hal lain dilakukan mulai dari kegiatan ekonomi masyarakat, keagamaan dan lain sebagainya, ungkap Marzuki yang direspon antusias oleh seluruh peserta.

Dr. Hj. Mufidah selaku ketua LPPM UIN Maliki Malang menegaskan bahwa LPPM selalu mendorong pengurus posdaya untuk terus maju bersama masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi lokal yang ada. Nah Posdaya Sumberpucung ini adalah salah satu model percontohan yang nantinya akan dijadikan icon nasional dalam mengembangkan posdaya berbasis masjid. tujuan yang mulia ini tidak bisa hanya dilakukan oleh LPPM sendiri namun harus bersinergi dengan seluruh stakeholder yang ada dimasyarakat termasuk didalamnya DMI, Bank UMKM dan pengurus masjid serta pengurus posdaya. Semoga kedepanya posdaya semakin terlihat nyata dalam kiprahnya membangun masyarakat menjadi berdaya melalui masjid sebagai basis pergerakanya. (sholehudin)

1 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.