Pesantren Rakyat Uncategorized Pesantren Rakyat Menginspirasi Rombongan STAIN Purwokerto

Pesantren Rakyat Menginspirasi Rombongan STAIN Purwokerto

Setelah kunjungan ke Posdaya Masjid Barokatul Qur’an, rombongan OST STAIN Purwokerto kembali disuguhi model pemberdayaan ekonomi lokal berbasis posdaya pesantren rakyat. Sampai pada lokasi pesantren rakyat, para peserta disambut dengan tumpukan batako yang berjajar di depan lembaga pendidikan anak usia dini dan kantor pesantren rakyat. Bpk. Taramun atau akrab disapa cak mun menyampaikan bahwa ‘batako ini adalah produk baru pesantren rakyat, alhamdulillah respon dari pasar lumayan bagus. Hingga hari ini sudah ada pesanan sekitar kecamatan sumberpucung bahkan sudah pernah kirim ke wilayah Kota Malang Kecamatan Kedungkandang’ ungkap cak mun kepada timnews lp2m.

Abdullah Sam, S.Psi selaku pendiri Posdaya Pesantren rakyat al-amin menjelaskan bahwa semangat utama kami dalam memberdayakan masyarakat adalah ‘kami yang belajar, kami yang mengajar dan kami yang memberi gelar’. Dengan semangat itulah kami merintis berbagai program pemberdayaan baik dari aspek pendidikan dengan PAUD, Jagongmaton, belajar kitab kuning dan berbagai aktifitas lain. Selain itu disini juga ada pemberdayaan ekonomi dengan perputaran uang sekitar 1 milyar lebih dari berbagai sumber pendanaan yang bekerjasama dengan kami, termasuk yang ada dihadapan bapak ibu sekalian adalah produk jama’ah perak (julukan pesantren rakyat) ungkap ustdz yang akrab disapa cak dul tersebut.

Setelah prosesi makan siang, seluruh peserta OST diajak berkeliling melihat berbagai kegiatan dan produk unggulan posdaya pesantren rakyat al-amin diantaranya adalah lele gentong, jagong maton, kolam ikan organik, wisata alam kolam renang, produk kerajinan pande besi dan berbagai produk unggulan yang lain.

Pada sesi RTL, peserta kemudian dikumpukan di Mushola Al-Amin untuk proses evaluasi dan penyampaian kesan pesan serta penutupan. Dalam sesi tersebut ketua rombongan menyampaikan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada UIN Maliki Malang serta yayasan Damandiri yang telah memberikan kesempatan berharga bagi STAIN Purwokerto untuk belajar berbagai model pemberdayaan masyarakat ala Posdaya berbasis Masjid, kami berharap kami bisa lebih baik dari apa yang telah dilakukan Ibu Lis Sa’adah, Bpk. Nur Wahid ataupun Ust. Abdullah Sam yang telah dibimbing dengan orang yang luar biasa yakni Dr. Mufidah Ch, M.Ag.

Sebagai penutup, Dr. Hj. Mufidah Ch kembali mengingatkan bahwa apa yang kita lakukan dalam pemberdayaan masyarakat adalah mencontoh apa yang dilakukan Rasulullah SAW. Jadi kita harus memantapkan hati kita untuk selalu bersama masyarakat, belajar bersama mereka untuk memajukan agama dan bangsa Indonesia. Mewakili Damandiri, Ibu Mufidah juga mengucapkan “selamat berposdaya dan kami tunggu kabar-kabar heboh dari STAIN Purwokerto yang behubungan dengan program pemberdayaan masyarakat” ungkap Mufidah yang disambut tepuk tangan dari seluruh peserta. (sholehudin)

1 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.