Pesantren Rakyat Uncategorized Pesantren Rakyat menggandeng MWC NU dan KUA Sumberpucung untuk Nyengkuyung Posdaya Masjid

Pesantren Rakyat menggandeng MWC NU dan KUA Sumberpucung untuk Nyengkuyung Posdaya Masjid

Pesantren rakyat al-Amin yang selalu berjejaring dengan berbagai pihak akhirnya dapat merangkul MWC NU dan KUA untuk membina masjid di seluruh Kecamatan Sumberpucung dalam pendirian dan pemberdayaan posdaya berbasis Masjid. Melalui kegiatan ini dari 32 masjid yang telah diundang ada 12 masjid yang sudah siap mendirikan posdaya sedangkan yang lain akan menyusul setelah berkoordinasi dengan masyarakat dan ketua takmir.

Pada hari Kamis 22 Maret 2012 Kantor Urusan Agama (KUA) Sumberpucung yang biasanya ramai dengan keluar masuknya masyarakat yang hendak melangsungkan akad nikah, kemarin menjadi ramai oleh pengurus takmir dan para tokoh masyarakat se Kecamatan Sumberpucung. Kehadiran para takmir ini tidak lain adalah atas undangang MWC NU Kec. Sumberpucung dan KUA Sumberpucung yang didampingi oleh LPM UIN Maliki Malang beserta Posdaya Pesantren Rakyat Al-Amin.

Nampak hadir dalam kegiatan ini Camat Sumberpucung Hablul Matin beserta jajarannya, Ketua MWC NU Drs. Abdul Rahim, Rois Syuriah MWC KH. Abdul Syakur Fattah, Kasi Penamas Kemenag Kab. Malang Muhadjir, M.Pd, Ketua LPM UIN Maliki Dr. Hj. Mufidah Ch beserta rombongan. Pelatihan ini sendiri berlangsung selama hampir 8 Jam dari pukul 08.00-15.00 WIB dengan dipandu oleh Ust. Abdullah Sam, S.Psi yang tidak lain adalah pendiri pesantren rakyat al-amin.

Dalam sambutanya Camat Sumberpucung menyampaikan bahwa “isu tentang kemiskinan ataupun potensi konflik yang bersumber dari masalah ekonomi sampai saat ini selalu membayangi umat muslim, jadi sudah saatnya masjid menjadi basis pemberdayaan masyarakat” ungkapnya yang diamini oleh seluruh peserta pelatihan.

Dr. Hj. Mufidah Ch yang menyampaikan materi tentang pemberdayaan masyarakat melalui posdaya berbasis masjid menjelaskan panjang lebar tentang program dan berbagai contoh pemberdayaan yang telah terlaksana. “Jika Masjid hanya dijadikan tempat untuk melaksanakan ibadah mahdlah (shalat lima waktu dan shalat jum’at)maka ini adalah kemunduran. Kompleksitas masalah yang ada dimasyarakat tidak cukup diselesaikan hanya melalui pemerintah saja, tapi masjid harus memegang fungsinya sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah pada masa awal penyebaran Islam di Madinah” tutur ketua LPM dengan semangat.

Merespon dari paparan Dr. Mufidah, Ust. Fathoni sebagai takmir masjid al-Ibris menyatakan kesediaan dan berharap Posdaya Berbasis Masjid bisa didirikan di masjid al-Ibris. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa problem yang ada di masjid Ibris dan juga masjid-masjid lain adalah belum kompaknya para takmir dalam memberdayakan dan memajukan Masjid, bahkan tidak jarang konflik kepentingan juga mewarnai kepengurusan takmir. Ust. Abid dari Karangkates juga menyatakan siap untuk pembentukan Posdaya di lingkunganya dan berharapa adanya pendampingan yang intens baik dari MWC NU, KUA, LPM UIN Malang maupun dari Pesantren Rakyat yang telah lebih dahulu mendirikan posdaya.

Menanggapi pertanyaan yang diajukan Dr. Hj. Mufidah menyampaikan “dalam teori social setiap manusia itu memiliki potensi konflik. Jika ia tidak mendapatkan musuh diluar, maka kecenderunganya akan mencari musuh didalam, jadi jika mau menyatukan sebuah kelompok ciptakanlah musuh atau konflik dari luar yang lebih besar. Misalnya ketika masjid itu terbakar maka semua akan bersatu memadamkannya, lalu apakah kita bakar saja masjid agar semua takmir bisa bersatu?” Canda Mufidah yang disambut tawa dan anggukan sepakat oleh para peserta.

Dari kegiatan pelatihan ini kemudian melahirkan komitmen 12 masjid yang siap mendirikan Posdaya Berbasis Masjid di dalam waktu 2 hari kedepan. Sedangkan sisanya siap untuk mendiskusikan dahulu kepada pengurus takmir yang lain serta akan follow up maksimal 1 minggu ke depan.

Dengan pola pengembangan posdaya semacam ini, LPM UIN Maliki Malang akan terus mengembangkan dan membina posdaya berbasis masjid didaerah lain, sehingga diharapkan Posdaya Berbasis Masjid akan terus berkembang dan semakin kuat. Target LPM UIN Maliki Malang untuk menambahkan jumlah posdaya menjadi 130 masjid pun diyakini akan segera terwujud pada tahun 2012 ini. (solehudin)

1 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.