Pesantren Rakyat Mamba’ul Jadid Gondanglegi

0
57

pada tanggal 29 juli 2012 kecamatan gondanglegi kehadiran tamu yakni dengan dideklarasikannya pesantren rakyat mamba’ul jadid yang diasuh oleh Ust. M. Syamsul Arifin yang terletak di sebuah desa kecil yakni Sumberjaya kecamatan Gondanglegi. dalam acara deklarasi itu dihadiri para pejabat desa mulai dari kepala desa (Haris M) sampai ketua RT/RW Sumberjaya. selain para pemuda warga sekitar, acara tersebut juga diprakarsai oleh teman-teman IN MALIKI Malang yang kebetulan semenjak tanggal 9 Juli 2012 melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sumberjaya yang kemudian juga dibentuk pengurus posdaya yang nantinya akan mejadi penguat pesantren dalam mendekati masyarakat.

sebenarnya pada tanggal 17 april 2012 pesantren rakyat ini sudah dilakukan kegiatan-kegiatan bimbingan belajar yang konsepnya tidak jauh beda dengan pesantren rakyat yang terletak di Sumberpucung (pesra pusat) dengan bantuan beberapa teman mulai dari tingkat mahasiswa yakni ust. Andik (Kalipare), Irfan F, Ach. Ismuaji (keduanya dari Sumbermanjing wetan) dan juga teman pemuda dari warga sekitar yakni Ust. Rizal Fahmi, ustd, Wulidaturrahmaniyah dan Iqbal Maulana yang ketiganya memberi bimbingan di bidang pelajaran umum yang tentunya dengan do’a restu tokoh masyarakat setempat yakni KH Fathullah Aliyuddin dan motivasi sang kiyai sekaligus pendiri pesantren rakyat al-amin sumberpucung.

hal tersebut dilakukan karena berdasarkan keresahan sang ustad Samsul (sapaan akrab Ust M. Syamsul Arifin) ketika melihat bahwa daerah gondanglegi merupakan tempat yang berpredikat pondok pesantren terbanyak semalang raya atau bahkan kecamatan s-jawa timur, namun terlepas dari hal itu kecamatan gondanglegi pernah berpredikat HIV-AID terbanyak se-Malang Raya, karena memang santri yang belajar di situ mayoritas berasal dari luar gondanglegi bahkan luar malang, Madura, Kalimantan, NTT, Sumatera, dan sebagian warga Malang. selain kendala minimnya pengetahuan umum yang disentuh ponpes juga terkait biaya yang kurang terjangkau bagi warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

atas dasar itulah pesantren rakyat mamba’ul jadid hadir di tengah-tengah masyarakat petani untuk menjawab hal itu, yakni dengan konsep bimbingan pelajaran umum dan pelajaran agama (diniyah) tentunya disertai tanpa bayar (gratis), “Les gratis bayar ngaji” ujar Syamsul..Syamsul Arifin

Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamith Thariq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.