Penulis 17 Judul Buku Pukul 2 Dini Hari Menyempatkan Mampir Ke Pesantren Rakyat

0
151
Jpeg
Jpeg

Minggu, 24 April 2016 Pukul 2 Dini Hari, Pesantren Rakyat di datangi tokoh intelektual muda Indonesia asal Cilacap. Beliau adalah Sahabat Nur Sayyid Santoso Kristeva, dari namanya saja sudah keren belum pemikiranya, dari nama beliau merangkum dari tiga unsur, Nur Sayyid unsur Islam, Santoso Unsur Indonesia Jawa dan Kristeva saya kira mewakili ke barat-baratan. Ternyata memang luar biasa, selain beliau adalah pengasuh Pondok pesantren di daerah Cilacap, berbahasa jawa tapi tulisan-tulisannya sangat tajam membeberkan sekitar alam pikiran Marx tokoh yang di anggap mewakili pemikiran-pemikiran kiri.

Pertemuan awal ustad. ABDULLAH sam dengan Tokoh Intelektual Muda ini adalah ketika sama-sama di undang mahasiswa UIN Malang Fakultas Humaniora untuk bedah buku, beliau saat itu membedah bukunya sendiri dan Cak Dullah Panggilan Akrab Abdullah Sam Penggagas Pesantren Rakyat sebagai pembanding.

Dalam forumitu beliau berdua saling mengenal cara berfikir masing-masing hingga saling mengenal fokus gerakan antar beliau berdua. Gus Kristeva lebiah fokus penyadaran dan memberi amunisi pemikiran, semangat berfikir, menulis dan meletakkan dorongan batin yang kuat terhadap warga gerakan baik PMII, HMI atau warga gerakan lainya. Jika Cak Dullah Penggagas Pesantren Rakyat Se Indonesia lebih Fokus pada Aplikasi gerakan yang mudah di conto oleh warga gerakan yang lain dalam membentengi umat dalam menghadapi Desa Global yang membahayakan eksistensi bangsa Indonesia, Cak Dullah Juga telah jadi sumber tulisan dari berbagai kampus, Profesor, Doktor, majalah, Koran serta media elektronik lainya dan meng integrasikan antara berbagai fokus gerakan dengan tanpa ada benturan, justru menjadi rumusan gerakan yang menyenangkan, murah, merakyat, bermartabat serta mampu memprediksi dan manjadi anti virus gerakan-gerakan kapitalis yang terus berusaha mengisap habis seluruh potensi dan kekuatan bangsa Indonesia.

Dalam diskusi yang berlangsung dua jam di Pesantren Rakyat antara GusKristeva dan Cak Dullah yang saksikan beberapa santri, kader pergerakan sahabat Fathul Ibnu Aqil, banyak inspirasi-inspirasi baru dan gagasan-gagasan yang akan di dibersihkan bersama. 1. Terkait Fokus Gerakan Masing- Sesuai Kepakarannya, 2. Perlunya ada Forum Kusus dalam bentuk ngopi bersama yang terdiri dari simpul-simpul gerakan yang memiliki kesamaan persepsi terhadap masa depan bangsa dan cara mengatasinya. 3. Apapun bentuk gerakan kita harus tetap ada semangat Islam Aswaja yang selalu mencintai NKRI, 4. Ikut Mengamankan lokus lokus gerakan yang pro perubahan sebagai sumber energi. 5. Terus di manapun dan kapanpun melakukan transfer pengetahuan dalam rangka ikut mencerdaskan bangsa.

Sambil ngopi, roko’an, makanonde-onde dan kemudian ada santri yang memberikan makan soto diskusi ala santri lesehan di Musholla Pesantren Rakyat terus berjalan dengan semakin akrab. Bahkan Ust. Adullah Sam menyampaikan ke kagumanya kepada Gus Kristeva yang mau berkunjung ke Pesantren Rakyat Yang jauh dari Kota Malang dan malam-malam lagi, serta kagum atas banyaknya tulisan yang telah di selesaikan sama Gus Kristeva dan sempat Cak Dullah bertanya , bagaiman sampean cara menulis sehingga begitu bisa ribuan halaman di selesaikan? Ya harus topo kang,, jawab Gus Kristeva.

Namun Gus Kristeva juga mengungkapkan ke kagumanya terhadap Gerakan Pesantren Rakyat Yang Sudah mulai menembus Ruang2 Nasioanal dan mampu sinergi secara konsisten antara dua arah kekuatan gerakan yaitu melalui pendekatan kultur yang masif dan masuk struktural yang tetap tidak kehilangan jati diri gerakan. Bahkan Gus Kristeva sangat kuat niatnya harus memijakkan kakinya ke Pesantren Rakyat karena sudah mendengar dari beberapa sumber tentang model gerakan yang di gagas sahabatnya sendiri. Juga sempat mengungkapkan kepada cak Dullah, bahwa cak di olah ini sudah riil mempraktikkan   mengapkikasikan pemikiran2 yang saya tulis.

Indah kiranya ke depan jika pemuda pemuda yangproduktif di masing-masing daerah di sinergikan untuk membentengi ISLAM ASWAJA DAN NKRI dari rongrongan neolib, Imperialis modern dan penjajahan model batin. Sehingga terwujudnya masyarakat yang cerdas, mandiri dan berdaya. Al Fatihah.hjd

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.