Pesantren Rakyat Kegiatan PENTINGNYA ‘SINERGITAS’ DALAM PEMBERDAYAAN DI MONEV POSDAYA BERBASIS MASJID SUMBERPUCUNG

PENTINGNYA ‘SINERGITAS’ DALAM PEMBERDAYAAN DI MONEV POSDAYA BERBASIS MASJID SUMBERPUCUNG

IMG_4143
Fokus: Ust. Abdullah SAM bersama Ketua Posdaya berdiskusi tentang pemberdayaan

Pesantren Rakyat (www.pesantrenrakyat.com) – Setiap hal yang disinergikan satu sama lain akan tercipta suatu atmosfer yang baik, terutama dalam hal pemberdayaan. Jika sinergitas ini bisa berjalan dengan baik, maka tidak akan ada lagi ‘one man show’, tidak ada lagi yang namanya ‘superioritas’ antar lembaga karena semua akan saling bergandengan tangan untuk mencipta sebuah kemajuan peradaban dan pemberdayaan yang baik. Hal inilah yang menjadi salah satu bahasan dalam kegiatan Monev (Monitoring dan Evaluasi) pelaksanaan KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) tematik Posdaya berbasis masjid yang diselenggarakan oleh LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) UIN Maliki Malang di KUA Sumberpucung hari ini (20/03).

Kegiatan evaluasi ini melibatkan PC DMI (Dewan Masjid Indonesia) Sumberpucung, 20 Posdaya masjid yang tersebar di wilayah Kecamatan Sumberpucung dan dipandu langsung oleh Ibu Mualifah dan relawan sebagai perwakilan dari LP2M UIN Maliki Malang. Kegiatan dibuka dengan laporan pelaksanaan KKM tahun 2015 yang telah berjalan dengan sukses dan dilanjut dengan jajak pendapat dengan seluruh perwakilan Posdaya yang hadir di forum. Ust. Abdullah SAM selaku Koordinator Posdaya di Kecamatan Sumberpucung mengawali dengan menyampaikan berbagai progres Posdaya masjid di Sumberpucung terutama dalam hal sinergitasnya.

‘Posdaya masjid di Sumberpucung ini tidak berjalan sendiri-sendiri melainkan saling bersinergi dan bergandeng tangan menguatkan satu sama lainnya. Seperti contoh; Posdaya Al-Amin bersama Posdaya Barokatul Qur’an, Posdaya Al-Hikam dan Al-Hikmah bekerja sama dalam bidang pendidikan agama; Bersama Posdaya Baitul Muhtadin Ngebruk bekerja sama perihal pengelolaan sampah; dan tak hanya itu, bersama pemerintah desa juga bergandeng tangan untuk membuat KUBE (Kelompok Usaha Bersama), melakukan penghijauan dan lain sebagainya’, pungkas Ust. Abdullah SAM yang juga sebagai pengasuh Pesantren Rakyat.

Tak hanya berbicara mengenai progres, untuk menjaga dan meningkatkan kualitas serta kapasitas setiap masjid dan Posdaya, Ust. Abdullah SAM juga menyampaikan saran kepada DMI (Dewan Masjid Indonesia) dan seluruh hadirin untuk mengadakan pertemuan triwulan dan bertempat di masjid yang bersedia untuk ditempati. Usulan ini pun langsung diamini oleh Ketua PC DMI, Ust. Zainal Arifin beserta seluruh Ketua Posdaya dan ta’mir masjid yang hadir dalam forum Monev hari ini. Masjid Al-Hikmah Senggreng menjadi tempat pertama pertemuan pertama pada bulan Juni nanti.

Sesuatu yang berat jika dilakukan secara bersama akan menjadi mudah. Inilah yang menjadi semangat untuk saling membantu satu sama lain seperti kata-kata berikut ini. ‘Bergandeng Tangan! Maka tiada gunung yang besar, tiada langit yang tinggi, dan tiada samudra yang luas’, (Pesantren Rakyat)’. (ncp)

 

1 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.