Pesantren Rakyat Pesantren Corner Kandidat Doktor Mengabdi UNISMA Gelar Pelatihan Literasi di Pesantren Rakyat

Kandidat Doktor Mengabdi UNISMA Gelar Pelatihan Literasi di Pesantren Rakyat

Kandidat Doktor Mengabdi UNISMA Gelar Pelatihan Literasi di Pesantren Rakyat

Pesantren Rakyat Online – Sebanyak 4 (empat) mahasiswa Program Doktoral Pendidikan Agama Islam (PAI) Multikultural Universitas Islam Malang (UNISMA) melakukan pengabdian di Pesantren Rakyat Al-Amin, Kamis (7/12/2023). Keempat calan doktor di bidang pendidikan itu adalah Sita Acetylena, Abdul Halim, Amil Cholisna Wardah, dan Badrus Salam.

Pada kegiatan kandidat doktor mengabdi kali ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari kepala lembaga, dewan guru, pengurus santri dan pengurus OSIS Pesantren Rakyat Al-Amin. Sita beserta tim doktor mengabdi mengangkat tema Peningkatan Literasi berbasis Pendidikan Islam Multikultural di Pesantren Rakyat Malang.

Dalam sambutan pembuka, Abdul Halim selaku perwakilan dari kandidat doktor mengabdi UNISMA mengatakan, program ini merupakan upaya peningkatan literasi kita bersama dan selain itu juga merupakan wujud pengabdian kami di bidang pendidikan. Kemudian, beliau menyebut bahwa Pesantren Rakyat Al-Amin ini memiliki ciri tersendiri.

 “Pondok pesantren ini lain daripada yang lain dan model yang ada di sini perlu dicontoh di tempat lain”, katanya.

Baca juga: Upgrading Pengurus, Madin Pesantren Rakyat Ikuti Workshop Kurikulum FKDT

Peserta Pelatihan Literasi Doktor Mengabdi UNISMA di Pesantren Rakyat
Antusias: Nyai Silfia Heni Abdullah (kanan) mengikuti pelatihan literasi doktor mengabdi UNISMA di Pesantren Rakyat Al-Amin.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin, Kiai Abdullah SAM menyampaikan terima kasih atas adanya doktor mengabdi. Ketua PC ISNU Kabupaten Malang itu berharap dengan adanya program doktor mengabdi di Pesantren Rakyat menjadi pemicu semangat civitas untuk meningkatkan literasi. “Karena literasi adalah kunci ilmu”, tuturnya.

“Literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat”, jelasnya.

Lebih lagi, pengasuh yang juga Wakil Ketua 2 STIT Ibnu Sina Malang ini ingin guru di Pesantren Rakyat bisa menulis minimal satu tulisan tiap harinya. “Saya belum bisa mengakui orang itu pintar kalau belum bisa menulis”, tegas Kiai Abdullah SAM.

Pada kegiatan tersebut masing-masing mahasiswa doktoral PAI Multikultural UNISMA memaparkan materi berisikan tasawuf, psikologi pendidikan, pendidikan Islam multikultural dan literasi atau teknik penulisan. Sita dalam pemaparan materinya mengusulkan ada komunitas literasi di Pesantren Rakyat Al-Amin.

“Saya akan mengusulkan kepada kiai agar ada kolom khusus di website berupa opini guru atau opini santri. Dengan menulis, kita bisa menularkan ide dan gagasan kepada banyak orang. Pun, juga bisa sebagai amal jariah kita”, imbuh dosen IAI Al-Qolam Malang itu. (lul/cha)

5 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.