Guru Besar UIN MALIKI Malang Menulis Tentang Pesantren Rakyat: Kunci Sukses Dalam Melakukan Gerakan Perubahan Sosial

0
75

Dalam sejarah kemanusiaan telah banyak gerakan perubahan sosial yang dilakukan orang. Tidak terkecuali,  di antaranya adalah oleh para rasul atau utusan Tuhan.  Bagi umat Islam, perubahan untuk membangun peradaban dilakukan oleh Muhammad, ia diakui sebagai utusan Tuhan. Oleh karena itu siapa saja yang ingin melakukan perubahan, termasuk mengubah masyarakat menjadi semakin adil, makmur, dan sejahtera, maka kuncinya adalah mengikuti prinsip-prinsip yang dilakukan oleh utusan Tuhan itu.

Boleh-boleh saja orang tidak percaya, terapi beresiko  tidak akan berhasil. Keberhasilan yang dimaksud bukan sebatas tercukupinya kebutuhan  ekonomi dan atau terpenuhinya fasilitas hidup, melainkan  keberhasilan yang bersifat komphrehensif atau menyeluruh, yaitu menyangkut berbagai aspek kehidupan. Manusia terdiri atas aspek jasmani dan ruhani. Keduanya harus dilihat secara utuh dan menyeluruh. Mementingkan satu di antara dua aspek itu tidaklah cukup.

Membangun manusia yang  hanya menyangkut aspek fisik, misalnya sekedar memenuhi  kebutuhan ekonomi dan fasilitas kehidupannya,  adalah belum komplit. Terbukti banyak orang yang dari aspek dimaksud  terpenuhi tetapi masih  gelisah, dan merasa berkekurangan. Sepanjang hidupnya masih kebingungan, mereka  tidak sadar bahwa kebutuhan fisiknya sudah tercukupi.  Orang yang mengalami keadaan seperti itu menggambarkan bahwa  kebutuhan hidup yang sebenarnya belum tercukupi. Secara fisik telah terpenuhi, tetapi ada aspek lainnya masih gagal diperoleh.

Sebaliknya, terdapat orang yang secara ruhani terpenuhi, tetapi secara jasamani masih berkekurangan. Keadaan seperti itu dikatakan, bahwa yang bersangkutan masih miskin.  Akibat kemiskinannya itu, berbagai kebutuhan yang seharusnya dilakukan masih gagal dipenuhi oleh karena  kterbatasan ekonomi. Oleh karena ekonominya lemah,  maka  perintah agar  berkeliling di muka bumi, naik haji, bersedekah, menolong orang lain, menjadi  juru damai tatkala terjadi  konflik antar bangsa, dan seterusnya, terpaksa tidak berhasil dilakukan. Padahal Islam menganjurkan agar dalam hidup ini selalu memberi manfaat bagi orang lain.

Manakala ukuran sukses dalam kehidupan itu  meliputi kedua hal tersebut, maka meraihnya  tidak mudah. Boleh-boleh saja orang mengatakan bahwa beberapa negara telah dinyatakan  sukses. Tetapi sebenarnya masih perlu dipertanyakan tentang ukuran sukses yang digunakannya itu.Ukuran yang lebih komplit, tentu memperhatikan kedua aspek kebutuhan manusia itu sendiri, yaitu meliputi aspek  fisik maupun non fisik. Secara  batin, jiwa, dan ruh terpenuhi, tetapi secara fisik juga tercukupi. Itulah  sebabnya seorang  muslim selalu merindukan kebahagiaan  lahir  maupun  batin.

Kembali pada persoalan perubahan, dalam al Qur’an terdapat petunjuk  yang bersifat komprehensif itu. Setiap gerakan hendaknya dimulai dari membaca, atau memahami tentang siapa dan kearah mana gerakan perubahan  itu dilakukan. Pencetus dan penggerak perubahan harus mengetahui berbagai aspek yang terkait dengan apa yang akan dilakukan.  Ingin mengubah masyarakat menjadi  lebih makmur, lebih  adil, lebih damai, dan lebih sejahtera, maka harakteristik masyarakat yang akan diubah itu harus dipahami secara  benar.

Pada fase awal turunnya  ayat  al Qur’an  terdapat konsep menarik yang diperkenalkan,  terkait dengan masyarakat, yaitu  al-mudatsir atau  orang-orang yang berselimut. Dari konsep itu terbayang bahwa Islam datang ingin membangitkan oreang yang sedang berselimut itu. Berselimut seharusnya dimaknai sebagai orang yang sedang tertutupi sesuatu atau terbungkus oleh  sesuatu yang menghanagi aktivitas atau  ruang geraknya, sehingga yang bersangkutan menjadi pasif, atau terbelenggu.

Orang yang sedang berselimut atau artinya orang yang  terbelenggu oleh berbagai hal, misalnya tradisi, kepercayaan, adat istiadat atau pemikiran  yang mengekang, dan bahkan juga peraturan atau undang-undang yang dibuatnya sendiri,  maka kemudian diingatkan oleh al Qur’an  dengan sebutan berselimut itu,  agar belenggu itu  segera  dibuka  dan  selanjutnya bergerak atau beraktivitas. Islam adalah ajaran yang menjadikan pemeluknya mau bergerak, terbebas dari  berbagai macam belenggu,  dan selanjutnya menyatakan keimanan  dan selalu beramal shaleh.

Keadaan masyarakat yang tidak berhasil  meraih kemakmuran bersama, tidak adil,  dan tidak sejahtera adalah oleh karena belenggu yang diciptakan sendiri itu. Akibatnya tidak saja gagal meraih kesejahteraan lahir dan batin, tetapi  disadari atau tidak, juga memproduk ketidak adilan yang mengakibatkan kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan sebagian masyarakat atas sebagian yang lain.  Orang yang mampu memahami dan sadar atas kenyataan itu maka  pada dirinya akan tumbuh semangat untuk   berbuat dan bahkan   berjuang untuk melakukan perubahan  kondisi masyarakat itu

Sebuah kasus  dalam  skala kecil,  ialah tentang  kehidupan seorang ustadz, bernama Abdullah Sam,———-sebagaimana beberapa tulisan sebelumnya,  ternyata  berhasil  menemukan kesadaran tentang perlunya melakukan gerakan perubahan sosial itu, agar masyarakat menjadi lebih  makmur, adil,  dan sejahtera. Apa yang dilakukannya cukup menarik. Semula, melalui ketajaman  mata kepala dan sekaligus mata hatinya, ia melihat ada persolan masyarakat yang serius.  Hasil penglihatannya itu  menjadi  pemicu semangat dan rumusan tentang pendekatan serta arah  gerakan perubahan yang dilakukannya. Sementara ini usahanya itu belum sepenuhnya berhasil, tetapi sekalipun baru berjalan beberapa tahun, ternyata perubahan  itu sudah bisa dilihat dengan jelas.

Mengamati apa yang dilakukan oleh Ustad Abdullah Sam,  terhadap masyarakat yang semula digambarkan sebagai terbelakang, miskin, banyak penganguran, menyukai perjudian, minuman keras, dan bahkan juga dikenal sebagai tempat  prostitusi,    pada ukuran-ukuran tertentu,  ternyata berhasil diubah. Jika diamati secara saksama, kunci keberhasilan itu terletak  pada beberapa hal berikut, yaitu : (1) Tamatan pesantren dan sarjana psikologi itu  berhasil membaca keadaan masyarakatnya secara tepat, (2) yang bersangkutan memiliki   etos juang yang amat tinggi dan sekaligus kesediaan  berkorban  untuk masyarakat (3) kemampuan menjalin komunikasi untuk membangun jaringan kerjasama, dan (4)  memiliki  sosok anutan yang jelas sebagai acuan perjuangannya, ialah manusia yang dianggap paling ideal, yaitu Rasullah. Setidaknya empat  hal ituah yang menjadi kunci keberhasilannya dalam usahanya melakukan perubahan masyarakatnya.Wallahu a’lam.

 

https://www.facebook.com/notes/prof-imam-suprayogo/kunci-sukses-dalam-melakukan-gerakan-perubahan-sosial/353477304851601

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.