Pesantren Rakyat Uncategorized Dari Kegelisahan Lahirlah DESIS Indonesia

Dari Kegelisahan Lahirlah DESIS Indonesia

Oleh: Nugraha Chandra Pratama
(Direktur DESIS Indonesia)

Di suatu malam pada hari jumat pahing tepatnya tangal 3 Mei 2013, telah lahir suatu LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) atau yang dikenal oleh bangsa barat sebagai NGO atau Non-Governmental Organization dengan nama DESIS Indonesia. Pelopor berdirinya organisasi ini adalah sang direktur sekaligus mahasiswa UIN Maliki Malang jurusan Bahasa dan Sastra Inggris yang akrab dipanggil Cak Endar dengan pengasuh pesantren yang juga telah menjadi tokoh masyarakat Ust. Abdullah SAM, M.Si. Dalam wadah yang telah diciptakan ini terdapat banyak gagasan yang nantinya ditawarkan menghadapi problema-problema yang tengah terjadi di masyarakat luas.

DESIS (Dedication, Education, Social, and Islamic Studies) Indonesia sebagai nama LSM ini sendiri mengandung makna filosofis yang begitu mendalam. Kata-kata berbahasa inggris sendiri tidak bertujuan untuk menafikkan rasa nasionalisme terhadap Indonesia. Lebih jauh lagi, para founding fathers memiliki impian bahwa nantinya sayap yang ada pada logo DESIS akan mengembang tidak hanya di bumi pertiwi, namun dunia internasional akan digapai dengan prinsip dasar pemikiran yang progresif dan maju yang telah ditancapkan. Hal tersebut sampailah pada jargon yang dibawa oleh LSM ini yaitu menuju masa depan yang cerah arau bahasa kerennya adalah towards a bright future yang khusunya diperuntukkan untuk masyarakat yang selama ini hak-haknya tertindas oleh perkembangan zaman yang sedemikan beragamnya.

Dedication atau pengabdian, menjadi pondasi awal dalam pergerakan yang dilakukan oleh NGO satu ini. Pengabdian berarti fokus melakukan kegiatan pada masyarakat luas. Karena dengan pengabdian, apa yang telah menjadi kebutuhan masyarakat seperti pendidikan, ekonomi akan bisa dipenuhi. DESIS sendiri juga memiliki sumber daya manusia telah mengabdi pada masyarakat diantaranya meberdayakan ekonomi keluarga miskin dengan memberikan semacam pelatihan dan pemberian modal usaha yang dalam hal ini telah dilakukan oleh sekjen DESIS Haris Abdullah (tofu enterpreneur). Tidak hanya pemberdayaan dalam segi ekonomi, tapi para anggota DESIS juga kembali ke musholla-musholla dan pesantren untuk ikut serta dalam kegiatan yang bersifat keislaman seperti halnya apa yang dilakukan oleh para wali dan masih banyak yang lainnya.

Education atau pendidikan, adalah hal yang menjadi problema selanjutnya dalam masyarakat. Indonesia, negara yang dengan kekayaan alam berlimpah, puluhan ribu pulau yang menjadi tempat tinggal berbagai macam suku dan adat belum bisa untuk memenuhi hasrat rakyatnya dalam segi pendidikan. Berangkat dari kegelisahan dan kegalauan akan hal tersebut, DESIS ingin menjawab problema tersebut dan berupaya untuk memberikan pendampingan terhadap masyarakat atau khususnya anak-anak yang selama ini kurang pendidikannya.

Social atau masyarakat, menjadi objek garapan dari LSM ini. Sebagai anak kita telah mengenyam pendidikan mulai dari SD sampai kejenjang perkuliahan dan setelah semuanya selesai kita tetap kembali kepada masyarakat. Maka dari itu, adanya kata Social dalam DESIS adalah bertujuan untuk melakukan langakh advokasi, pendampingan, pemberdayaan dalam keberagaman masalah-masalah yang terjadi pada masyarakat. Masalah tersebut tidak hanya pada ekonomi semata, tapi segala hal yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

Last but not the least adalah Islamic Studies atau kajian islam. Mengapa ada kajian islam pada LSM ini adalah untuk menjawab disintegrasi ilmu pengetahuan yang terjadi pada islam. Kurangnya intelektual muslim dalam melakukan research menjadikan DESIS merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi wadah dan sarana untuk melakukan revitalisasi khazanah keilmuan islam dengan kajian-kajian yang berhubungan dengan islam khusunya. Namun, tidak menutup kemungkinan akan meluasnya kajian-kajian yang akan dilakukan seperti kajian bahasa, psikologi atau bahkan filsafat sekalipun.

Singkatnya, lahirnya DESIS Indonesia diharapkan dapat menjadi sarana dalam perwujudan cita-cita bangsa Indonesia. Kemajuan adalah hal yang selalu menjadi impian setiap orang. Dengan empat gagasan yang ditawarkan oleh LSM ini diharapkan bisa memajukan bangsa indonesia dan membantu terciptanya masyarakat yang modern dengan memegang teguh islam sebagai landasan dari segala hal.

1 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.