Covid-19 Tak Jelas Berakhirnya, Penggagas Pesantren Rakyat: Ayo Menanam!

0
327
Gerakan Menanam Covid-19

Pesantren Rakyat Online – Pandemi Covid-19 belum jelas kapan selesai dan ujungnya. Efek domino dari wabah global ini sangat bisa dirasakan semua lapisan masyarakat.

Selain soal isu sosial dan ekonomi, ketahanan pangan juga menjadi perhatian. Indonesia hari ini masih terbiasa impor pangan. Apabila tidak segera menemuka. solusi, maka keuangan negara tidak akan mampu menambal di tengah ketidakpastian kapan berakhirnya virus corona.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, Penggagas Pesantren Rakyat, Kyai Abdullah SAM menawarkan solusi dan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk gerakan menanam. Dalam tulisan singkatnya melalui pesan WhatsApp, Kyai dengan julukan Kyai Sableng memaparkan beberapa poin.

Beliau mengawali dengan analisa tanah sawah yang kebanyakan hanya ditanami tanaman ‘PT’, jagung pembibitan yg tidak bisa dimakan. Sedangkan menurutnya lahan kecil atau teritis, lahan kosong selain sawah lebih besar jika kita total dari luas sawah yang ada di seluruh Indonesia.

“Maka masyarakat semua harus bergerak menanam, untuk membantu pemerintah perang melawan Covid-19 ini. Melalui gerakan menanam”, pesannya.

Menanam apa dan bagaimana caranya?

Sosok yang saat ini menjabat sebagai Ketua PC ISNU Kabupate Malang itu menuturkan bahwa menanam tidak perlu yang sulit-sulit. “Menanam semampunya dan sebisanya. Toh rata-rata kita bisa bercocok tanam”, katanya.

“Apalagi sekarang ada google dan youtube”, imbuh peraih juara nasional pemberdayaan itu.

Baca juga: Baksos Pesantren Rakyat Jelang Ramadhan Ringankan Beban Warga Akibat Corona

Tentang gerakan menanam yang digagas oleh Kyai Abdullah SAM, setidaknya ini poin yang berhasil dirangkum oleh redaksi Pesantren Rakyat Online.

1. Menanam yang paling mudah dipanen daunnya, misalnya daun singkong, sawi, kangkung, kenikir, talas, mbote dll.

2. Yang terlanjut ditanami jagung bisa di sela-selanya ditanami tumpang sari, di galengan, di gempongan, atau lahan kosong lainnya, sekaligus bisa menolong tetangga yang membutuhkan.

3. Yang tidak punya lahan bisa menanam di polibag, lahan 30 cm, model hiroponik, aquaponik, atau di teritis-teritis.

Lanjut dalam pesan tersebut, beliau menyampaikan masih ada waktu seblum musim kemarau benar-benar datang. “Jika kemarau datang, masyarakat di pegunugan selatan mulai kekeringan selain sulit air juga langka sayur mayur. Maka gerakan menanam adalah jawabnya”, serunya.

“Syukur-syukur ormas-ormas bersama banomnya, sekaligus pemerintah dan partai politik beserta sayapnya ikut menggerakan masyarakat untuk ikut menanam. Maka akan semakin masif”, harap Kyai nyentrik ini.

Masih dalam pesan tersebut, Kyai Abdullah SAM menyatakan, jika gerakan menanam ini bisa dilakukan secara sustainable atau terus menerus, betul-betul akan mengembalikan jati diri bangsa kita. “Bangsa agraris yang mandiri di bidang pangan”, tegasnya.

Covid-19 ini adalah guru bagi semua orang, semua negara, semua bangsa, bahwa bercocok tanam adalah jantung hati kita, jantung hati Indonesia dan jantung dunia

“Tidak perlu banyak debat dan teori. Teori apapun hari ini bisa badar, yang ada adalah, setelah kita baca tulisan ini, ambil pisau, ambil sabit, ambil cangkul, cari bibit dan menanam demi kelestarian hidup kita semua”, tutup Penggagas Pesantren Rakyat. (abd/cha)

Oleh: Kyai Abdullah SAM
Penggagas Pesantren Rakyat/Ketua PC ISNU Kabupaten Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.