Pesantren Rakyat Uncategorized 13 PTAI Belajar OST Ke Pesantren Rakyat Al-Amin dan Siap Bermitra Dengan Posdaya Berbasis Masjid UIN Maliki Malang

13 PTAI Belajar OST Ke Pesantren Rakyat Al-Amin dan Siap Bermitra Dengan Posdaya Berbasis Masjid UIN Maliki Malang

Pada hari Rabu 29 Januari 2014, LP2M UIN Maliki Malang kedatangan tamu 13 Perguruan Tinggi Islam dari wilayah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kedatangan para perwakilan PTAI tersebut tidak lain adalah hendak belajar dan melihat secara langsung tentang proses perencanaan, pelaksanaan dan hasil-hasil Posdaya Berbasis Masjid di lingkungan UIN Maliki Malang yang saat ini telah menjadi percontohan nasional. Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan ini diikuti oleh sekitar 80 peserta yang terdiri dari dosen dan pengurus lembaga pengabdian maupun penelitian masing-masing.

Dr. H. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd yang mewakili Rektor UIN Maliki Malang pada sambutanya pria yang akrab disapa Pak. Sugeng ini menjelaskan bahwa Prof. Haryono Suyono sudah seperti warga UIN Malang beliau telah berulang kali mengunjungi UIN Maliki Malang dalam proses memperkuat kerjasama dalam mengimplementasikan program posdaya bebasis masjid yang pada tahun ini telah memasuki tahun ke-4. Saya sebelum menjabat sebagai WR ini dahulu juga sebagai DPL Posdaya dimana saya adalah spesialis untuk lokasi yang jauh (ungkap Sugeng yang disambut tawa dan tepuk tangan riuh peserta), kesan saya bahwa posdaya berbasis masjid ini merupakan sebuah pola yang efektif dalam memberdayakan masyarakat termasuk didalamnya mengajarkan kepada mahasiswa dan dosen tentang realitas sosial yang ada di masyarakat.

Pada sesi selanjutnya, Prof. Haryono Suyono yang memberikan sambutan menjelaskan secara detil kenapa posdaya perlu dilaksanakan dalam proses pembangunan masyarakat sekarang ini. Dasar hukum posdaya adalah instruksi presiden no 3 tahun 2010, melalui inpres tersebut Presiden SBY menginstruksikan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, dan sejumlah pejabat terkait termasuk gubernur dan bupati/walikota. Instruksi tersebut ditujukan dengan maksud agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing, dalam rangka pelaksanaan program-program pembangunan yang berkeadilan yang meliputi program pro rakyat, keadilan untuk semua (justice for all), pencapaian tujuan Pembangunan Milenium (Millennium DevelopmentGoals – MDG’s) sampai tahun 2015. Lebih jauh Ketua Umum Yayasan Damandiri ii juga menjelaskan awal munculnya posdaya berbasis masjid yang dilaksanakan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah pada tahun 2009 yang diawali dengan undangan kepada Yayasan Damandiri sebagai narasumber.

Berawal dari situ kemudian posdaya berbasis masjid mulai dikembangkan dan disistematiskan oleh UIN Maliki Malang yang digawangi oleh ketua LPM ibu Dr. Hj. Mufidah Ch. Hingga pada hari ini UIN Maliki Malang telah menjadi percontohan nasional untuk pengembangan posdaya berbasis masjid dengan di ketuai oleh Dr. Hj. Mufidah. Jadi posdaya berbasis masjid itu adalah Milik UIN Maliki Malang dan saya merasa bangga sekali masih dianggap sebagai bagian dari keluarga kampus ini. Hari kedua pelaksanaan workshop dan OST posdaya berbasis masjid ini para peserta diajak untuk melihat secara langsung proses pemberdayaan masyarakat melalui masjid yang telah dilakukan di Kecamatan Sumberpucung. Datang di Posdaya Pesantren Rakyat Kecamatan Sumberpucung yang merupakan cikal bakal posdaya berbasis masjid. Para peserta disuguhi dengan alam pedesaan yang asri dan diiringi oleh grup kesenian Jagong Maton dengan lagu-lagu gending Jawa.

Selanjutnya para peserta di ajak berkeliling ke beberapa situs pemberdayaan yang telah dilakukan melalui program posdaya berbasis pesantren rakyat, diantaranya program bedah rumah, tower hijau, penanaman pepaya, polybag keluarga, lele gentong serta beberapa program lainya. Ada moment spesial ketika para peserta mendatangi lokasi kolam, para peserta dari peguruan tinggi tersebut diajak untuk menebarkan benih ikan lele di aliran sungai warga.

Tujuan dari kegiatan ini adalah upaya revitalisasi sungai dalam memberikan manfaat kepada masyarakat, seperti keberadaan sungai tersebut yang dahulu sebagai tempat warga desa mengambil air serta memelihara dan mengambil ikan. Posdaya pesantren rakyat bersama posdaya berbasis masjid di Sumberpucung juga telah meng-golkan peraturan desa yang melarang kepada seluruh warga desa untuk membuang sampah ke sungai. Ust. Abdullah Sam, S.Psi sebagai ketua sekaligus pembina posdaya pesantren rakyat menyampaikan bahwa kunci keberhasilan program yang ada di wilayah ini adalah semangat srawung (berbaur dengan masyarakat). Konsep srawung itulah yang harus kita lakukan dalam memberdayakan masyarakat, jadi jangan ada lagi dikotomi masyarakat miskin, mampu, bodoh, terdidik dan sebagainya. Semua yang ada dalam posdaya berbasis masjid harus bergerak bersama untuk menjalankan semua program yang telah disepakati forum.

Turut hadir dalam event ini ketua Posdaya Masjid Fatahillah yang lebih akrab dienal dengan Kampung Jamur serta ketua Posdaya Masjid Al-Mubarokah dengan produk pengembangan pendidikan melalui PAUD. Dalam paparanya, Nur Wahid sebagai ketua posdaya Fatahillah menjelaskan secara panjang lebar bagaimana proses pembentukan serta perkembangan posdaya berbasis masjid yang ada di Kecamatan Donomulyo termasuk di dalamnya keragaman keyakinan keagamaan yang terdapat di Donomulyo merupakan karakter khusus di Donomulyo. Sedang dari Posdaya Masjid Al-Mubarokah Kota Malang karakter perkotaan menjadikan pendidikan merupakan alternatif utama dalam mengembangkan posdaya berbasis masjid, jadi fokus dampingan posdaya kami adalah bidang pendidikan meskipun pada beberapa bidang lain sudah mulai disentuh seperti wirausaha handycraft serta permodalan beberapa usaha kecil warga sekitar masjid. Sebagai follow up kegiatan kunjungan yang telah dilaksanakan, pada malam harinya kepada para peserta diberikan waktu untuk sharing berbagai pandangan dan kesan terhadap lokasi yang telah dikunjungi.

Kegiatan ini kemudian diperkuat dengan testimoni dosen pendamping lapangan yang diwakili oleh Jamilah, MA. Pada paparannya, Jamilah menjelaskan bahwa fungsi DPL dalam kegiatan KKM tematik posdaya berbasis masjid ini sangat penting terutama ketika mahasiswa masih kaget dan minder dengan kultur yang mereka hadapi dilapangan. Jadi tidak hanya sebagai DPL saja, terkadang dosen juga sebagai fasilitator, negosiator, tutor dan ressource linker seperti tugas utama para pengabdi yang tergabung dalam posdaya berbasis masjid ini. Sebagai penguatan dari seluruh sesi yang telah dilalui, pada hari ketiga kepada seluruh peserta workshop dan OST diberikan berbagai tool dalam implementasi KKN Tematik Posdaya Berbasis Masjid.

Materi-materi yang diberikan diantaranya tentang bagaimana melakukan pembekalan bagi dosen dan mahasiswa yang melingkupi konsep PAR, PPMBR dan Posdaya Masjid, Teknik Fasilitasi, konflik dan resolusi, serta bagaimana menggunakan analisis sosial pada tahap penyusunan LFA (logical framework actifity). Respon peserta sangat positif terlihat dari antusiasme mereka dalam mengikuti semua sesi hingga selesai. Pada penutupan Dr. Hj. Mufidah Ch menekankan bahwa “apa yang bapak ibu lihat disini, adalah sebuah sumber inspirasi. Bapak ibu sekalian bisa mengembangkan dan memodifikasi untuk lebih maju dan lebih baik dari yang saya lakukan di UIN Maliki Malang”. (sholehudin)

1 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.